Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Peritel furnitur IKEA akan menutup tujuh toko di China mulai 2 Februari 2026. Hal itu diumumkan IKEA dalam pernyataan yang dirilis hari ini (7/1/2026).
Toko-toko yang akan ditutup, termasuk yang berada di pinggiran Shanghai. Satu toko lagi berada di Guangzhou, dan beberapa lainnya ada di kota-kota tingkat kedua China seperti Nantong, Xuzhou, dan Harbin.
Peritel secara umum telah berjuang untuk meningkatkan penjualan di China, di mana sentimen konsumen tetap lesu setelah krisis properti yang berkepanjangan dan kekhawatiran tentang keamanan pekerjaan dan upah yang stagnan.
Asal tahu saja, saat ini terdapat sekitar 40 toko IKEA di daratan China. Di mana dalam pernyataannya, IKEA juga menyebutkan bahwa lima toko baru dengan berbagai ukuran baru-baru ini telah dibuka.
Baca Juga: Jepang Kecam Larangan Ekspor China, Ketegangan Dagang Kian Memanas
China, ekonomi terbesar kedua di dunia, menyumbang sekitar 3,5% dari penjualan global IKEA. Persertase penjualan IKEA di China juga semakin meningkat yang berasal dari toko online unggulan.
Mengingat, IKEA telah membuka toko baru di JD.com pada Agustus 2025. Dan hal tersebut terbukti dapat membantu menumbuhkan pertumbuhan penjualan online perusahaan.
"Kami akan beralih dari ekspansi skala besar ke 'pengembangan yang tepat', mengeksplorasi Beijing dan Shenzhen sebagai pasar utama, dan membuka 'lebih dari sepuluh toko kecil dalam dua tahun ke depan'," kata IKEA dalam pernyataannya yang dikutip dari Reuters.
IKEA menambahkan bahwa pembukaan toko baru di Dongguan dan Beijing diharapkan pada paruh pertama tahun 2026.













