kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Ikut Bantu Rusia, Jepang Berniat Jatuhkan Saksi Ekonomi ke Belarusia


Sabtu, 26 Februari 2022 / 11:47 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang sedang mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Belarus, hal ini sejalan dengan langkah Amerika Serikat (AS). Sanksi ekonomi itu diberikan terkait invasi Rusia ke Ukraina, kata dua pejabat pemerintah yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.

Namun, tidak jelas individu atau entitas mana yang akan menjadi sasaran sanksi tersebut. Para pejabat mengatakan, bahwa Jepang akan berkoordinasi dengan anggota lain dari Kelompok G7.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri menolak berkomentar. Kantor Perdana Menteri Fumio Kishida tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

Sanksi AS atas invasi yang dilakukan Rusia pada Kamis (24/2) dengan bantuan Belarusia, mencakup 24 individu dan entitas Belarusia, kata Departemen Keuangan AS.

Baca Juga: Serang Ukraina, Jepang Perluas Sanksi Ekonomi Terhadap Rusia

Jepang telah mengumumkan sanksi terhadap Rusia atas invasi tersebut, dengan Kishida menyebut langkah Moskow sebagai pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan Ukraina dan hukum internasional.

Pasukan Rusia maju menuju ibu kota Kyiv pada hari Jumat bahkan ketika Rusia dan Ukraina mengisyaratkan membuka peluang untuk negosiasi, setelah invasi yang dilakukan dari utara, timur dan selatan. Itu menjadi serangan yang mengancam tatanan Eropa pasca-Perang Dingin.




TERBARU

[X]
×