kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Ikuti aksi jual besar-besaran di China, bursa Jepang dan Korea kompak memerah


Senin, 03 Februari 2020 / 18:38 WIB
ILUSTRASI. Seorang pria mengambil foto papan elektronik yang menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) di Bursa Korea di Seoul, Korea Selatan, 25 Maret 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Aksi investor tersebut bahkan ketika bank sentral China melakukan suntikan dana terbesar, mencapai 1,2 triliun yuan, ke sistem keuangan sejak 2004 lalu, dan meskipun langkah-langkah regulasi jelas untuk mengekang penjualan saham.

"Kekhawatiran sebenarnya sekarang adalah bahwa pertumbuhan China akan sangat dipengaruhi oleh wabah virus corona yang mematikan," ujar Hussein Sayed, Kepala Strategi Pasar FXTM dalam sebuah catatan seperti Reuters lansir.

Sementara Indeks KOSPI turun tipis 0,01% menjadi 2.118,88, setelah jatuh sedalam 1,7% pada awal perdagangan Senin (3/2). Investor asing melakukan aksi jual bersih senilai 308,2 miliar won  atau sekitar US$ 258 juta.

Baca Juga: IHSG melorot 0,94% ke 5.884 pada akhir perdagangan Senin (3/2)

"Bursa China yang jatuh tidak banyak memengaruhi pasar Korea karena investor telah memperhitungkannya," sebut Park Sang-hyun, Analis HI Investment & Securities, kepada Reuters. 
 
Apalagi, Menteri Keuangan Korea Selatan Hong Nam-ki mengatakan, dia akan bertindak untuk menstabilkan pasar keuangan jika perilaku spekulatif terlihat. Dia melihat banyak permintaan spekulatif menggerakkan pasar mata uang won hari ini.




TERBARU

[X]
×