kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Ilmuwan Singapura menciptakan alat tes covid-19 tercepat, hanya 5 menit saja


Sabtu, 28 Maret 2020 / 09:22 WIB
Ilmuwan Singapura menciptakan alat tes covid-19 tercepat, hanya 5 menit saja
ILUSTRASI. Petugas medis malakukan rapid test covid-19 dari sampel darah yang telah diambil secara door to door dari sejumlah kecamatan di stadion Patriot Candrabhaga, kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (26/3/2020). Sampel darah yang diambil secara door to door di sejum

Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  SINGAPURA. Sebuah tim peneliti di Singapura berhasil menciptakan alat uji virus corona, yang hanya butuh waktu 5 menit untuk melakukan pengujian.

Alat ini diciptakan oleh tim yang dipimpin oleh Profesor Jackie Ying, yang mengepalai Lab NanoBio di perusahaan sains, teknologi, dan penelitian bernama A*Star.

Baca Juga: Kita butuh ketenangan menghadapi meluasnya penyebaran virus corona atau covid-19

Jika penggunaan alat tes ini mendapat persetujuan dari pihak berwenang, nantinya akan menjadi tes Covid-19 tercepat di dunia. Dilansir dari The Straits Times, tim peneliti ini berharap persetujuan bisa mereka dapatkan dalam waktu satu bulan.

Tes ini mencari bahan genetik virus dalam sekresi pasien yang dikumpulkan dari uji swab (tenggorokan). Sampel ini lalu dimasukkan ke dalam perangkat portabel yang akan mengeluarkan hasil sekitar 5-10 menit.

Metode amplifikasi yang sangat cepat ini mereka beri nama "Cepat". "Kami telah melakukan beberapa validasi klinis awal di Rumah Sakit Ibu dan Anak KK memakai sampel pasien nyata, dan menemukan tes itu sangat sensitif dan akurat," kata Prof Ying dikutip dari Straits Times.

Baca Juga: Bill Gates ungkap bagaimana seharusnya menyikapi penyebaran wabah covid-19

Setelah disetujui, teknologinya bisa digunakan untuk membuat alat semacam itu di rumah sakit. "Alat ini juga akan diadaptasi untuk digunakan di klinik dokter umum," kata Prof Ying.



TERBARU

[X]
×