kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.851   8,00   0,05%
  • IDX 8.204   -60,99   -0,74%
  • KOMPAS100 1.156   -11,71   -1,00%
  • LQ45 828   -11,16   -1,33%
  • ISSI 294   -1,60   -0,54%
  • IDX30 431   -4,38   -1,01%
  • IDXHIDIV20 516   -5,50   -1,06%
  • IDX80 129   -1,42   -1,09%
  • IDXV30 142   -0,82   -0,57%
  • IDXQ30 139   -1,92   -1,36%

Imbas Kecelakaan Jeju Air, Presiden Choi Pemeriksaan Sistem Operasi Semua Maskapai


Senin, 30 Desember 2024 / 10:03 WIB
Imbas Kecelakaan Jeju Air, Presiden Choi Pemeriksaan Sistem Operasi Semua Maskapai
ILUSTRASI. Jeju Air aircraft flight 7C2216 goes down the runway before crashing at Muan International Airport, in Muan, South Korea December 29, 2024 in this screengrab obtained from video. Lee Geun-young/via REUTERS . Presiden Korea Selatan Choi Sang-mok memerintahkan pemeriksaan keselamatan darurat terhadap seluruh sistem operasi maskapai Korea Selatan.


Sumber: CNA | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Presiden Korea Selatan Choi Sang-mok pada hari Senin (30 Desember) memerintahkan pemeriksaan keselamatan darurat terhadap seluruh sistem operasi maskapai penerbangan Korea Selatan setelah pekerjaan pemulihan kecelakaan Jeju Air selesai.

Kecelakaan udara paling mematikan di Korea Selatan menewaskan 179 orang pada hari Minggu (29/12), ketika sebuah pesawat mendarat dengan posisi terbalik dan tergelincir dari ujung landasan pacu, dan meledak saat menghantam dinding di Bandara Internasional Muan.

Prioritas utama saat ini adalah mengidentifikasi para korban, mendukung keluarga mereka dan merawat dua orang yang selamat yang tidak boleh diabaikan oleh sumber daya yang tersedia, kata Choi dalam rapat manajemen bencana di Seoul.

Baca Juga: Kabar Gaza Terkini: Pasien di RS Indonesia Ditangkap Israel, Korban Tewas 45.484

"Bahkan sebelum hasil akhir keluar, kami meminta agar pejabat secara transparan mengungkapkan proses investigasi kecelakaan dan segera memberi tahu keluarga yang ditinggalkan," katanya.

"Begitu pemulihan kecelakaan dilakukan, Kementerian Perhubungan diminta untuk melakukan pemeriksaan keselamatan darurat terhadap seluruh sistem operasi pesawat untuk mencegah terulangnya kecelakaan pesawat," katanya.

Penerbangan Jeju Air 7C2216, yang tiba dari ibu kota Thailand, Bangkok, dengan 175 penumpang dan enam awak di dalamnya, berusaha mendarat tak lama setelah lepas landas pukul 9 pagi (8 pagi waktu Singapura) pada hari Minggu di bandara di bagian selatan negara itu.

Dua awak pesawat selamat dan dirawat karena luka-luka.

Para penyelidik sedang memeriksa kemungkinan tabrakan burung dan kondisi cuaca sebagai faktor-faktor yang mungkin menyebabkan kecelakaan itu, kata petugas pemadam kebakaran. 

Para ahli mengatakan masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, termasuk mengapa pesawat itu melaju begitu cepat dan mengapa roda pendaratannya tidak turun saat tergelincir di landasan pacu dan menabrak dinding.

Baca Juga: Putin Minta Maaf Atas Jatuhnya Pesawat Azerbaijan, Tetapi Salahkan Ukraina




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×