kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Incar Lisensi Kasino di New York, Genting Siap Bayar Pajak US$ 1 Miliar Per Tahun


Senin, 08 April 2024 / 14:37 WIB
Incar Lisensi Kasino di New York, Genting Siap Bayar Pajak US$ 1 Miliar Per Tahun
ILUSTRASI. John Landin of Las Vegas celebrates after winning a hand of blackjack during the reopening of The D hotel-casino, closed by the state since March 18, 2020 as part of steps to slow the spread of the coronavirus disease (COVID-19), in downtown Las Vegas, Nevada, U.S. June 4, 2020. REUTERS/Steve Marcus TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -NEW YORK. Perusahaan operator judi kasino asal Malaysia, Genting Malaysia Bhd, siap meningkatkan pembayaran pajaknya kepada pemerintah negara bagian bagian New York di Amerika Serikat (AS) menjadi lebih dari US$ 1 miliar per tahun atau sekitar Rp 15,84 triliun.

Hal itu akan dilakukan Genting Malaysia jika entitas bisnisnya di New York City, yakni Resorts World Bhd bisa mendapatkan izin kasino baru di kota tersebut.

Saat ini, Genting Malaysia sedang mencari salah satu dari tiga izin kasino baru yang sedang dipertimbangkan manajemen perusahaan untuk wilayah New York. 

Baca Juga: China Berusaha Cegah Warga Negaranya Berjudi di Negara Lain, Ini Sebabnya

Seorang Juru Bicara Genting Malaysia menyebutkan, di sepanjang tahun 2023, pihaknya telah membayar pajak lebih dari US$ 600 juta atau setara Rp 9,50 triliun dari penghasilan bisnisnya.

Genting berjanji untuk terus membayar pajak kepada negara sekitar 67% dari pendapatan mesin judi slotnya. Jumlah pembayaran pajak tersebut sudah termasuk biaya administrasi dan pengeluaran lainnya.

"Bagian yang dibayar untuk permainan seperti blackjack akan lebih rendah, namun cukup untuk memberikan kontribusi pajak tahunan keseluruhan lebih dari US$ 1 miliar," ungkap juru bicara Genting, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (8/4).

Penundaan lisensi

Pada Maret lalu, Direktur Eksekutif New York Stat Gaming Commision (NYSGC) atau Komisi Permainan Negara Bagian New York mengatakan, belum keluarnya persetujuan lingkungan hidup dan persetujuan lokal lainnya, kemungkinan akan menunda pemberian lisensi izin kasino baru hingga akhir tahun 2025.  

Banyak operator kasino mengharapkan keputusan NYSGC memberikan lisensi baru pada tahun ini. Sebagian dari manajemen operator berharap, badan legislatif dapat mempercepat proses perizinannya.

Lisensi baru akan memungkinkan operator memperluas bisnis judinya, termasuk blackjack, roulette, dan permainan judi meja lainnya.

Baca Juga: 84% Pengguna Internet Indonesia Pernah Terpapar Iklan Judi Online di Media Sosial

Selain Genting Malaysia, operator kasino yang tengah mengajukan perizinan baru termasuk Las Vegas Sands Corp, Wynn Resorts Ltd dan pemodal Steve Cohen, yang bermitra dengan Hard Rock International. 

Genting, yang beroperasi di sebelah arena balap Aqueduct dan MGM Resorts International, yang mengelola Empire City Casino di Yonkers dinilai sebagai calon penawar terkuat peraih lisensi baru karena telah memiliki fasilitas di sana.

Para penawar diharapkan bersaing berdasarkan seberapa banyak mereka bersedia membayar pajak. Berdasarkan Undang-Undang Kasino New York, pemenang lisensi akan membayar biaya US$ 500 juta kepada negara bagian.

New York memiliki beberapa pajak kasino tertinggi di AS dengan tarif efektif 55% untuk perangkat elektronik, menurut American Gaming Association. Kasino di Nevada, tempat Genting memiliki resor di Las Vegas, dikenakan tarif pajak 6,8%.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×