kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,36   -7,11   -0.75%
  • EMAS923.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.83%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

Indeks dolar AS menguat, harga emas melemah lebih dari 1% di pekan lalu


Minggu, 17 Januari 2021 / 15:00 WIB
Indeks dolar AS menguat, harga emas melemah lebih dari 1% di pekan lalu

Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Harga emas spot melemah lebih dari 1% dalam sepekan terakhir. Ini menjadi pelemahan mingguan kedua secara berturut-turut bagi emas.

Koreksi pada harga emas datang setelah indeks dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatannya di akhir pekan lalu. Imbal hasil US Treasury yang kembali naik juga menambah tekanan bagi si kuning. 

Jumat (15/1), harga emas spot ditutup di level US$ 1.828,45 per ons troi. Ini membuat emas anjlok 1,11% dalam sepekan terakhir. 

Serupa, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Februari 2021 ditutup di posisi US$ 1.829,9 per ons troi, atau terkoreksi 0,3% di minggu lalu. 

Pelemahan harga emas datang setelah dolar AS kembali perkasa dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan terbesarnya sejak Oktober 2020. Ini menjadikan emas batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Tekanan dari kekuatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury telah memicu koreksi jangka pendek pada emas," kata Analis Standard Chartered Suki Cooper seperti dikutip Reuters.

"Pasar emas terjebak di antara pembelian jangka panjang di dibalik meningkatnya ekspektasi kenaikan inflasi yang mengingat adanya langkah-langkah stimulus tambahan."

Baca Juga: Harga emas Antam hari ini turun jadi Rp 948.000 per gram, Sabtu (16/1)

Asal tahu saja, imbal hasil US Treasury untuk tenor acuan 10 tahun hampir mendekati level tertinggi dalam 10 bulan yang disentuh di awal pekan lalu. 

"Pemerintahan Biden harus mendukung lebih banyak lagi
agenda pengeluaran yang ekspansif dari sebelumnya," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan mulia di BMO.

"Tapi sepertinya ketahanan jangka pendek pada dolar AS dan kekhawatiran untuk imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi memicu likuidasi dalam emas."

Seperti diketahui, Presiden terpilih AS Joe Biden pada hari Kamis menguraikan rencana paket stimulus tambahan senilai US$ 1,9 triliun. Biden pun akan mengambil alih Gedung Putih pada Rabu (20/1).

Sedangkan emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang diakibatkan oleh stimulus yang lebih besar. Namun lompatan dalam imbal hasil obligasi baru-batu ini telah menantang status itu dan meningkatkan biaya saat memegang emas batangan.

Di sisi teknikal, emas memiliki dukungan yang solid untuk berada di level US$ 1.775 per ons troi, dan penurunan ke level itu dapat memicu pembelian lagi, kata Michael Matousek, kepala pedagang di Investor Global AS.

 

Selanjutnya: Antam akan ajukan banding terhadap putusan PN Surabaya soal gugatan 1,1 ton emas

 




TERBARU

[X]
×