kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

India Bersiap Naikkan Tarif Impor Baja menjadi 10%-12%


Rabu, 04 September 2024 / 15:29 WIB
ILUSTRASI. Pabrik baja PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).


Sumber: Reuters | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Menteri baja India akan mencoba meyakinkan Kementerian Keuangan untuk menaikkan tarif impor baja. Hal ini dilakukan untuk melindungi pabrik dalam negeri dan masuknya barang impor cari China.

India yang selama ini dikenal sebagai produsen baja mentah terbesar kedua di dunia, kini berubah menjadi importir baja bersih. China adalah eksportir baja teratas ke India dari April hingga Juli, Negara Tirai Bambu itu mengirimkan sekitar 807.000 metrik ton. Diikuti oleh Jepang dan Korea Selatan.

Baca Juga: Nippon Steel Akan Membubarkan Usaha Patungan dengan Perusahaan Besi Baja Asal China

Menteri Baja, H. D. Kumaraswamy mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya telah mengambil beberapa langkah untuk melindungi pabrik dalam negeri dari impor yang lebih murah. Mereka termasuk mendukung permintaan industri untuk menaikkan tarif impor baja menjadi 10%-12% dari 7,5%.

"Industri baja kita menghadapi banyak masalah. Mereka menderita," kata Kumaraswamy kepada wartawan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/4).

Sebenarnya sejak bulan Agustus lalu, pemerintah India juga telah memulai penyelidikan antidumping pada produk baja tertentu yang diimpor dari Vietnam.

Harga baja di India telah jatuh ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun karena impor yang lebih tinggi dan ekspor yang lesu, menurut data dari konsultan komoditas BigMint. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×