kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.585   -130,00   -0,79%
  • IDX 6.271   -214,85   -3,31%
  • KOMPAS100 907   -39,76   -4,20%
  • LQ45 704   -27,76   -3,80%
  • ISSI 197   -7,32   -3,58%
  • IDX30 365   -13,68   -3,62%
  • IDXHIDIV20 445   -14,85   -3,23%
  • IDX80 103   -4,03   -3,77%
  • IDXV30 108   -4,81   -4,27%
  • IDXQ30 120   -4,00   -3,23%

India dan China mengkaji ulang pengembangan reaktor nuklir


Senin, 14 Maret 2011 / 14:52 WIB
India dan China mengkaji ulang pengembangan reaktor nuklir
ILUSTRASI. Sejumlah buruh mengikuti aksi unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law di Depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (30/1/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/pd.


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

MUMBAI. Kecelakaan nuklir terburuk setidaknya 33 tahun terakhir yang dialami Jepang memaksa China dan India meninjau keselamatan terhadap rancangan reaktor nuklir.

Hal tersebut dilakukan agar pemasok termasuk Areva SA dan General Electric Co tidak dirugikan. “Potensi krisis di pabrik nuklir saat ini sangat besar, hal tersebut mengharuskan India melakukan pengkajian ulang,” ujar Shreyans Kumar Jain, ketua Nuclear Power Corp of India.

Sebetulnya, India berencana menghabiskan US$ 175 miliar untuk mengembangkan sumber energi nuklir hingga 2030 mendatang. Tak hanya India, China juga berencana mengkaji ulang rancangan Pembangkit Listrik tenaga Nuklir (PLTN). China berencana menambah 27 reaktor dalam lima tahun ke depan.

kecelakaan Jepang, sebulan malu ulang tahun ke 25 dari bencana Chernobyl, dapat menyalakan kembali perdebatan tentang keamanan energi atom, Nuklir Power Jain kata.

"Kecelakaan Jepang telah menciptakan situasi yang sangat sulit bagi India, pelaksanaan proyek tenaga nuklir sekarang akan pasti kembali mundur," kata Debasish Mishra, Direktur Deloitte Touche Tohmatsu. Menurutnya, kecelakaan nuklir yang terjadi di Jepang akan menyulitkan politisi yang selama ini ngotot mengembangkan teknologi yang dinilai jauh lebih bersih bagi kesehatan masyarakat meskipun risiko yang ditanggung sangat besar.



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×