kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

India dan Malaysia mungkin akan bertemu dalam diplomasi CPO di Davos


Sabtu, 18 Januari 2020 / 15:20 WIB
India dan Malaysia mungkin akan bertemu dalam diplomasi CPO di Davos
ILUSTRASI. Menteri Perdagangan India dan Malaysia kemungkinan akan bertemu di sela pertemuan World Economic Forum pekan depan.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Menteri Perdagangan India dan Malaysia kemungkinan akan bertemu di sela-sela pertemuan tahunan World Economic Forum di Davos pekan depan. Jurubicara pemerintah Malaysia mengatakan, pertemuan ini ditujukan untuk menyelesaikan perselisihan CPO kedua negara.

India berulang kali mengungkapkan keberatan atas pernyataan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad tentang kebijakan yang menurut para kritikus mendiskriminasikan umat Islam.

Malaysia merupakan negara mayoritas muslim merupakan produsen dan eksportir CPO terbesar kedua. Larangan impor CPO dan turunan minyak sawit dari Malaysia oleh India yang berlaku pekan lalu dilihat sebagai pembalasan atas kritik Mahathir.

Baca Juga: Harga CPO cetak rekor penurunan terburuk dalam sepekan usai India batasi impor

Kamis lalu, Menteri Perdagangan India Piyus Goyal membantah bahwa pemerintah India berniat menekan Malaysia. Tapi, perselisihan kedua negara menekan harga CPO di Bursa Malaysia ke level terendah dalam 11 tahun pada hari Jumat.

Hingga kini belum ada agenda yang diusulkan oleh kedua negara. Jurubicara Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia mengatakan, permintaan pertemuan ini berasal dari India.

Sumber Reuters di pemerintah India mengatakan bahwa pertemuan dengan Menteri Perdagangan Malaysia Darell Leiking mungkin akan dilakukan. "Kami juga bisa kehilangan besar di Malaysia, ada 2 juta keturunan India di Malaysia,"  kata sumber tersebut.

Tapi, jurubicara Kementerian Perdagangan India menolak berkomentar.

Baca Juga: India Boikot Malaysia, Ekspor CPO Indonesia Bakal Meningkat

Reuters melaporkan pada Kamis lalu bahwa Malaysia tidak ingin meningkatkan perseteruan dengan India dan membicarakan pembalasan atas larangan impor produk sawit. 

Ada total 117.733 warga negara India yang tercatat sebagai tenaga kerja asing di Malaysia per Juni 2019. Angka ini mencapai 6% dari total pekerja asing di Negeri Melayu tersebut. Sementara etnis Malaysia-India merupakan komunitas terbesar ketiga di Malaysia.

Menurut sumber, penyebab hubungan dingin lainnya kedua negara adalah keberadaan ulama India Zakir Naik di Malaysia. Dia menghadapi tuduhan pencucian uang dan ujaran kebencian di India. Dia tinggal di Malaysia lebih dari tiga tahun dan memiliki tempat tinggal permanen di negara ini. Dia membantah tuduhan India.




TERBARU

Close [X]
×