kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

India Stop Produksi, WHO Ingatkan Stok Vaksin Kolera Global Hampir Kosong


Jumat, 16 Desember 2022 / 16:58 WIB
ILUSTRASI. WHO menyatakan persediaan vaksin kolera secara global yang dikelolanya saat ini kosong atau sangat rendah.


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan persediaan vaksin kolera secara global yang dikelolanya saat ini kosong atau sangat rendah, di tengah kebangkitan penyakit tersebut di seluruh dunia.

Mengutip Reuters, Badan Kesehatan PBB itu mengatakan ada sekitar 30 negara di seluruh dunia melaporkan wabah kolera tahun ini. Jumlah ini sepertiga lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kami tidak memiliki vaksin lagi. Lebih banyak negara terus meminta (mereka) dan ini sangat menantang," kata Dr Philippe Barboza, Ketua Tim untuk Penyakit Diare Kolera dan Epidemi WHO.

Baca Juga: Kemenkes: Dalam Sepekan Terakhir Ada Penurunan Kasus Covid-19  

“Semua vaksin yang sudah diproduksi sudah dialokasikan,” imbuhnya.

Ia merujuk pada cadangan darurat yang dimiliki oleh International Coordinating Group pada penyediaan vaksin yang dikelola oleh WHO dan mitra lainnya. 
Biasanya, ia memiliki stok sekitar 36 juta dosis untuk setahun. Kekurangan vaksin telah mendorong WHO untuk sementara menangguhkan strategi standar vaksinasi dua dosis pada bulan Oktober.

Barboza mengatakan sebagian dari krisis itu karena keputusan pabrikan India untuk menghentikan produksi. Namun ia tak merindi keputusan penghentian produksi tersebut.

Kebanyakan negara-negara yang terjangkit wabah kolera adalah mereka yang terkena dampak kemiskinan dan konflik seperti Haiti dan Yaman.

Tetapi penyakit ini juga telah dilaporkan di negara-negara seperti Lebanon yang hingga saat ini merupakan negara berpenghasilan menengah.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×