kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS953.000 0,85%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

India tegaskan komitmen pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia


Jumat, 04 Juni 2021 / 09:42 WIB
India tegaskan komitmen pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia
ILUSTRASI. Sistem rudal anti-pesawat S-400 Rusia

Sumber: Sputnik News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Komitmen pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia oleh India kembali dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Kloter pertamanya diharapkan bisa tiba di India pada kuartal keempat tahun ini.

Dalam konferensi pers setelah pertemuan tingkat menteri negara anggota BRICS hari Selasa (1/6), Lavrov memastikan bahwa India telah serius untuk mendatangkan S-400 dari Rusia.

Lavrov memastikan kontrak antara kedua negara tetap akan dijalankan tanpa ada perubahan.

"Saya ingin menunjukkan implementasi kontrak untuk pasokan sistem S-400 ke India. Kami tidak melihat perubahan, dan pemerintah India telah mengkonfirmasi komitmennya terhadap perjanjian ini," ungkap Lavrov, seperti dikutip dari Sputnik News.

Kesepakatan jual-beli S-400 ditandatangani oleh kedua negara pada Oktober 2018 lalu. Saat itu Rusia sepakat untuk memasok lima resimen sistem pertahanan udara S-400 Rusia ke India.

Baca Juga: Indonesia akan ikuti International Army Games untuk pertama kalinya tahun ini

Pengiriman kloter terakhir dijadwalkan akan selesai pada paruh pertama tahun 2025. Sementara itu, kloter pertama akan dikirimkan pada bulan Oktober-Desember tahun ini. Hal ini disampaikan langsung oleh CEO Rosoboronexport, produsen S-400, Alexander Mikheyev.

Ahli dari India juga dilaporkan telah tiba di Rusia dan mulai berlatih dengan S-400 pada Januari 2021.

Perjanjian senilai US$ 5 miliar ini sempat mendapat respon keras dari Presiden AS saat itu, Donald Trump. Trump mengkritik perjanjian tersebut dan mengingatkan bahwa melanjutkan kontrak dapat memicu sanksi AS.

Dikutip dari AP, pada 2019 India melakukan pembayaran tahap pertama sekitar US$ 800 juta ke Rusia untuk sistem rudal canggih tersebut. 

S-400 dikenal sebagai sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara jarak jauh tercanggih Rusia. Sistem rudal berbasis pencegat 'Triumf' dapat menghancurkan pesawat musuh, rudal dan bahkan drone pada jarak hingga 400 km.

Selanjutnya: Rusia curigai adanya pasokan senjata canggih dari NATO ke Ukraina




TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×