kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Indonesia Dapat Tawaran Peningkatan Pelabuhan Natuna dari Jepang, China Waspada


Kamis, 17 September 2026 / 13:45 WIB
Indonesia Dapat Tawaran Peningkatan Pelabuhan Natuna dari Jepang, China Waspada
ILUSTRASI. SITUS GEOLOGI ALIF STONE NATUNA (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA) Jepang menawarkan peningkatan pelabuhan Natuna untuk memperkuat keamanan maritim. Indonesia tetap menjaga keseimbangan hubungan dengan China.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

Pada Maret 2026, kerja sama kedua negara kembali dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi, termasuk terkait sektor perikanan dan persoalan illegal fishing serta penyelundupan.

Pada Mei 2026, Jepang dan Indonesia juga menandatangani kesepakatan kerja sama pertahanan yang mencakup pengembangan personel, industri pertahanan dan mekanisme dialog pertahanan.

Kedua negara turut menjajaki kerja sama peralatan dan teknologi pertahanan untuk memperkuat kemampuan penangkalan maritim.

Tak ingin terseret rivalitas Jepang-China

Peningkatan kerja sama Jepang-Indonesia berlangsung ketika hubungan Jepang dan China menghadapi ketegangan. Proposal pengembangan pelabuhan Natuna pun mendapat perhatian dari Beijing.

Global Times, media yang dikelola pemerintah China, menilai tawaran Jepang tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas kehadiran strategis Tokyo di Laut China Selatan.

Peneliti National Institute for South China Sea Studies Chen Xiangmiao juga melihat peningkatan kerja sama Jepang di Asia Tenggara dalam konteks persaingan yang lebih luas dengan China.

Namun, dari perspektif Indonesia, kerja sama dengan Jepang tidak otomatis berarti membangun aliansi untuk menghadapi China.

Baca Juga: Trump Bertemu Xi Jinping, Sekutu AS Khawatir Taiwan Jadi Alat Tawar

Anindya menilai Indonesia akan tetap berhati-hati agar peningkatan kerja sama pertahanan dengan Jepang maupun negara lain tidak meningkatkan ketegangan dengan Beijing.

Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

Posisi Indonesia juga tercermin dari belum adanya kerangka berbagi informasi intelijen sensitif antara Jakarta dan Tokyo. Heng menilai Presiden Prabowo Subianto masih menjaga keseimbangan hubungan Indonesia dengan China.

Dengan demikian, pengembangan pelabuhan Natuna dapat dibaca dalam dua kepentingan sekaligus: Indonesia memperkuat kapasitas maritim dan pengawasan wilayahnya, sementara Jepang memperluas kerja sama keamanan dengan negara yang berada di jalur pelayaran strategis.

Baca Juga: Jepang Turunkan Status Diplomatiknya dengan China, Apa Artinya bagi Asia?

Kerja sama itu berlangsung tanpa harus membuat Indonesia mengambil posisi dalam rivalitas Jepang dan China.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×