Inflasi AS September 2022: YoY 8,2% dan MoM 0,4%, di Atas Ekspektasi Pasar

Kamis, 13 Oktober 2022 | 20:24 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
Inflasi AS September 2022: YoY 8,2% dan MoM 0,4%, di Atas Ekspektasi Pasar

ILUSTRASI. Plastic letters arranged to read 'Inflation' are placed on U.S. Dollar banknote in this illustration taken, June 12, 2022. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Amerika Serikat mengumumkan data laju inflasi pada hari ini, Kamis (13/10).

Tercatatat inflasi bulanan sebesar 8,2% secara year on year, dan sebesar 0,4% secara bulanan atau MoM

Angka laju inflasi di Amerika Serikat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan para analis dan pelaku pasar di negeri itu.

Berdasarkan konsensus para analis dan pelaku pasar, laju inflasi September 2022 diharapkan bisa mereda di kisaran 8,1% secara tahunan atau YoY.

Sementara perkiraan laju inflasi bulanan alias MoM sekitar 0,2% saja.

Baca Juga: Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah Rupiah Pada Perdagangan Jumat (14/10)

Meskipun demikian, laju inflasi di Amerika Serikat pada September 2022 ini sedikit melandai jika dibandingkan dengan inflasi Agustus 2022 sebesar 8,3%.

Selain itu jika Amerika Serikat juga mengumumkan laju inflasi inti yang masih cukup tinggi yakni di kisaran 6,6% secara tahunan.

Sementara laju inflasi inti secara bulanan sebesar 0,6% MoM secara bulanan.

Sama dengan laju inflasi umum laju inflasi inti ini juga di atas ekspektasi pelaku pasar.

Adapun perkiraan inflasi inti semula bisa turun di kisaran 6,5% secara tahunan.

Baca Juga: Nielsen: Marketing Fokus pada Strategi Mitigasi Dampak Resesi

Sedangkan perkiraan laju inflasi inti secara bulanan sebesar 0,4%.

Menurut catatan the Berau of Labor Statistic Amerika Serikat, pada pengumuman Kamis (13/10) menyebutkan kenaikan harga tertinggi pada kelompok bahan makanan, tempat tinggal dan perawatan medis.

Kelompok ini pada September 2022 lalu mengalami kenaikan sebesar 0,4% dibandingkan dengan Agustus 2022 sebesar 0,1%.

Selain itu kelompok harga komoditas yang volatil mendorong inflasi adalah harga makanan, bensin dan harga energi.

Editor: Syamsul Azhar

Terbaru