kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.541   41,00   0,23%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Inflasi AS Terancam Panas Lagi, The Fed Mulai Bahas Peluang Kenaikan Suku Bunga


Kamis, 07 Mei 2026 / 03:50 WIB
Inflasi AS Terancam Panas Lagi, The Fed Mulai Bahas Peluang Kenaikan Suku Bunga
ILUSTRASI. Pejabat The Fed ungkap perang picu inflasi berkepanjangan dan harga minyak tinggi. Peluang The Fed pangkas suku bunga kini menipis. (The Fed) (Leah Millis/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Bagi The Fed, dampaknya dapat berupa jeda panjang dalam perubahan kebijakan suku bunga yang saat ini berada pada kisaran 3,50%-3,75% sejak Desember. Hal ini menghentikan ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan, sekaligus menyulitkan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, untuk menurunkan suku bunga seperti yang diharapkan Presiden Donald Trump.

Meski Musalem dan Goolsbee saat ini bukan anggota pemungutan suara di komite kebijakan suku bunga, komentar mereka menunjukkan adanya pergeseran pemikiran di “pusat” The Fed menuju kemungkinan bahwa kenaikan suku bunga bisa diperlukan untuk meredam risiko inflasi, sebagaimana disampaikan Ketua The Fed Jerome Powell.

Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE), yang menjadi acuan target inflasi The Fed, naik menjadi 3,5% pada Maret dari 2,8% pada bulan sebelumnya. Sementara inflasi inti (core) naik menjadi 3,2% dari 3,0% pada Februari.

Indeks harga konsumen (CPI) untuk April yang akan dirilis pekan depan diperkirakan menunjukkan percepatan lebih lanjut.

Laporan ketenagakerjaan AS untuk April yang dijadwalkan rilis Jumat diperkirakan menunjukkan tingkat pengangguran tetap 4,3%, berdasarkan konsensus ekonom dalam survei Reuters.

Tabel 2: Faktor Pemicu Kekhawatiran Inflasi AS Menurut The Fed

Pemicu Dampak Penjelasan
Harga minyak tinggi & volatil Inflasi naik Menaikkan biaya energi, logistik, pengiriman
Gangguan rantai pasok global Inflasi naik Distribusi bahan kimia industri & input terganggu
Biaya input industri naik Inflasi naik Aluminium, helium, diesel meningkat
Efek psikologis dunia usaha Campuran Bisa tekan perekrutan, tapi harga tetap naik
Konflik berkepanjangan Inflasi makin bandel Risiko berbulan-bulan seperti saat pandemi

Tonton: Rupiah Tembus Rp 17.400 BI Turun Tangan Stabilkan Pasar

Tabel 3: Arah Kebijakan The Fed (Menurut Pernyataan Pejabat)

Kebijakan The Fed Peluang Pemicu
Suku bunga tetap (hold) Tinggi Inflasi masih jauh di atas target
Pemangkasan suku bunga Rendah Butuh demand melemah & pengangguran naik
Kenaikan suku bunga Mulai dibahas Jika inflasi makin persisten




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×