kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Inflasi China melambung di luar ekspektasi


Jumat, 11 Maret 2011 / 12:26 WIB
ILUSTRASI. Leather shoes are displayed at the shoemaker J.M. Weston factory in Limoges, France, November 15, 2018. REUTERS/Regis Duvignau


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

BEIJING. Inflasi dan produksi industri Februari China melebihi perkiraan sebelumnya. Kondisi ini menjadi tantangan bagi PM Chine Wen Jiabao saat berusaha mencegah kenaikan harga industri.

Badan statistik yang berbasis di Beijing mengatakan, inflasi naik dengan kecepatan 4,9% secara year on year (YoY) pada Februari dan output industri meningkat 14% dalam dua bulan pertama sejak awal 2011. Harga jual melonjak hingga 7,2% bulan lalu yang merupakan angka terbesar sejak September 2008.

Laporan tersebut menandakan bahwa bank sentral China masih melakukan pengetatan kebijakan moneter menyusul tekanan yang terjadi di Asia yang memacu Korea Selatan, Thailand dan Vietnam menaikkan suku bunga minggu ini.

Gubernur Bank of China Zhou Xiaochuan mengatakan hari ini tingkat suku bunga akan digunakan untuk mengendalikan inflasi dan mengecilkan fluktuasi kurs yuan.

"Risiko inflasi China tinggi karena harga minyak dan pangan meningkat tajam, upah meningkat secara substansial," kata Shen Jianguang, seorang ekonom Mizuho Asia Securities Ltd yang berbasis di Hong Kong.




TERBARU

[X]
×