kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Inflasi China melambung di luar ekspektasi


Jumat, 11 Maret 2011 / 12:26 WIB
ILUSTRASI. Leather shoes are displayed at the shoemaker J.M. Weston factory in Limoges, France, November 15, 2018. REUTERS/Regis Duvignau


Reporter: Dyah Megasari,

BEIJING. Inflasi dan produksi industri Februari China melebihi perkiraan sebelumnya. Kondisi ini menjadi tantangan bagi PM Chine Wen Jiabao saat berusaha mencegah kenaikan harga industri.

Badan statistik yang berbasis di Beijing mengatakan, inflasi naik dengan kecepatan 4,9% secara year on year (YoY) pada Februari dan output industri meningkat 14% dalam dua bulan pertama sejak awal 2011. Harga jual melonjak hingga 7,2% bulan lalu yang merupakan angka terbesar sejak September 2008.

Laporan tersebut menandakan bahwa bank sentral China masih melakukan pengetatan kebijakan moneter menyusul tekanan yang terjadi di Asia yang memacu Korea Selatan, Thailand dan Vietnam menaikkan suku bunga minggu ini.

Gubernur Bank of China Zhou Xiaochuan mengatakan hari ini tingkat suku bunga akan digunakan untuk mengendalikan inflasi dan mengecilkan fluktuasi kurs yuan.

"Risiko inflasi China tinggi karena harga minyak dan pangan meningkat tajam, upah meningkat secara substansial," kata Shen Jianguang, seorang ekonom Mizuho Asia Securities Ltd yang berbasis di Hong Kong.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×