Inflasi Thailand Melambat di bulan April, Ini Alasannya

Kamis, 05 Mei 2022 | 13:00 WIB Sumber: Reuters
Inflasi Thailand Melambat di bulan April, Ini Alasannya

ILUSTRASI. Inflasi Thailand di bulan April 2022 capai 4,65% yoy


KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Indeks harga konsumen (CPI) utama Thailand pada April capai 4,65% secara year on year (yoy). Kementerian Perdagangan Thailand mengungkapkan, inflasi ini didorong oleh harga energi dan pangan yang naik.

Realisasi inflasi Thailand tersebut masih di bawah proyeksi analis dalam jajak pendapat yang dilakukan Reuters dengan inflasi capai 4,98% yoy dan mengikuti lonjakan inflasi 5,73% yoy di bulan Maret, laju tercepat dalam 13 tahun.

Meskipun inflasi melambat di bulan April, yang terbantu oleh efek dasar, inflasi utama kemungkinan akan melebihi 5% dalam beberapa bulan mendatang. Pejabat Kementerian Perdagangan Ronnarong Phoolpipat bilang, itu terjadi setelah berakhirnya pembatasan harga solar.

"Dengan naiknya harga minyak, umumnya harga produk juga akan naik. Tapi bukan berarti inflasi akan jauh lebih tinggi. Kita juga harus melihat banyak faktor," katanya.

Baca Juga: Jepang & Thailand Lahirkan Perjanjian Pertahanan Baru, Siap Bendung China di Kawasan

Langkah-langkah pemerintah termasuk pengendalian harga pada barang-barang penting dan subsidi telah membantu memperlambat kenaikan inflasi, kata kementerian perdagangan.

Kementerian perdagangan juga mempertahankan perkiraan inflasi dalam kisaran 4%-5% tahun ini, melebihi kisaran target bank sentral yang berada dalam rentang 1%-3%.

Namun, bank sentral diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga segera karena telah mengatakan prioritasnya adalah untuk mendukung pertumbuhan. Ini juga memprediksi inflasi akan melebihi 5% pada kuartal kedua dan ketiga sebelum mereda.

Indeks CPI inti, yang menghapus energi volatil dan harga makanan segar, naik 2,0% pada April dari tahun sebelumnya, tidak berubah dari bulan sebelumnya, dan sesuai dengan perkiraan.

Pada periode Januari-April, inflasi headline adalah 4,71%, dengan tingkat inti sebesar 1,58%.

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru