kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45882,93   -5,57   -0.63%
  • EMAS933.000 -0,43%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Inggris jadi negara pertama di dunia yang setujui penggunaan vaksin AstraZeneca


Rabu, 30 Desember 2020 / 14:24 WIB
Inggris jadi negara pertama di dunia yang setujui penggunaan vaksin AstraZeneca
ILUSTRASI. Penyebaran virus corona di Inggris

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - LONDON. Inggris kembali menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca. Hal ini dilakukan di saat negara tersebut sedang memerangi gelombang baru yang didorong oleh varian baru virus coorna yang sangat menular.

"Pemerintah hari ini telah menerima rekomendasi dari Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan (MHRA) untuk mengesahkan vaksin Covid-19 Universitas Oxford / AstraZeneca untuk digunakan," kata Kementerian Kesehatan Inggris, Rabu (30/12).

Pandemi Covid-19 telah menewaskan 1,7 juta orang di seluruh dunia dan membuat kekacauan melalui pelemahan ekonomi global. 

Baca Juga: Pemerintah dapatkan 100 juta dosis vaksin Covid-19 dari AstraZeneca dan Novavax

Inggris dan Afrika Selatan, secara khusus sedang bergulat dengan varian baru virus corona, yang menurut pemerintah dan ilmuwan lebih menular. Banyak negara yang akhirnya melarang penerbangan penumpang dan memblokir perdagangan dengan kedua negara ini.

AstraZeneca dan pengembang lain mengatakan bahwa mereka sedang mempelajari dampak dari varian baru virus corona tersebut. Tetapi berharap vaksin yang dihasilkan oleh produsen obat ini tetap efektif terhadapnya.

Pengesahan peraturan merupakan dorongan yang disambut baik untuk AstraZeneca dan tim Oxford, yang telah dituduh tidak memberikan kejelasan tentang hasil dari uji coba tahap akhir.

 

Selanjutnya: Inggris catat rekor harian kasus positif corona, gara-gara varian baru corona?

 




TERBARU
Kontan Academy
Menagih Utang Itu Mudah Batch 5 Data Analysis & Visualization with Excel Batch 3

[X]
×