kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.693   -125,00   -0,70%
  • IDX 6.261   252,95   4,21%
  • KOMPAS100 836   42,10   5,30%
  • LQ45 627   29,21   4,89%
  • ISSI 215   8,46   4,10%
  • IDX30 354   15,14   4,47%
  • IDXHIDIV20 435   17,23   4,13%
  • IDX80 94   4,60   5,13%
  • IDXV30 116   3,48   3,08%
  • IDXQ30 114   4,54   4,17%

Ingin berkontribusi di dunia dermatologi yang stagnan (2)


Jumat, 26 Juli 2019 / 11:00 WIB


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tri Adi

Selain berpraktik, Fields juga terbilang rajin ikut berpartisipasi dalam kegiatan akademis seperti menulis buku, jadi pembicara konferensi keilmuan di bidangnya hingga melakukan riset dan tentunya mengajar. Sebagai dermatolog, Fields kerap melakukan bedah botox, dan kolagen, penanganan kulit terkelupas, scleroterapie di jaringan kaki, dan tentu saja operasi laser dan liposuction.

Dari seluruh aktivitas akademis dan praktiknya, Fields kemudian jadi salah satu dermatolog terkemuka di AS. Ia jadi anggota asosiasi dermatologi macam UCSF, dan American Academy of Dermatology. Tugasnya kini tak cuma menangani pasien, tapi juga turut menjadi instruktur terhadap dokter, dan jadi ahli dalam menangani kasus dermatologi yang sedang tren.

Di bidang akademis dan karier profesionalnya, Fields sejatinya sudah berada di puncak. Namun, ada satu hal yang mengganjal yakni melihat dunia dermatologi yang stagnan. Tak ada inovasi yang benar-benar baru tercipta.

Secercah harapan kemudian muncul ketika sahabatnya di kampus bernama Katie Rodan meneleponnya pada 1989. Rodan juga mempunyai keluhan yang sama terkait dunia dermatologi. Dari situ muncul ide menciptakan satu sistem yang revolusioner.

Rodan merupakan sahabat ketika keduanya sama mengambil lisensi sebagai dermatolog di Stanford. Setelah keduanya lulus aktivitas Rodan dipenuhi dengan kegiatan akademis, dan praktik profesional. Bahkan, keduanya kerap bekerjasama menulis buku.

Dengan kesibukan keduanya, ide menciptakan sistem perawatan kulit baru ini tak serta-merta terlaksana. Mereka membutuhkan riset yang intensif agar bisa meluncurkan sistem baru. Baru tahun 1995 mereka akhirnya berhasil merilis Proactiv Solution, sebuah sistem perawatan kulit secara medis yang dinilai para ahli ketika itu cukup revolusioner.

(Bersambung)




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×