CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Ini Cara Baru Produsen Mobil Global Amankan Pasokan Cip Jangka Panjang


Kamis, 04 Agustus 2022 / 22:00 WIB
Ini Cara Baru Produsen Mobil Global Amankan Pasokan Cip Jangka Panjang


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Para produsen mobil tampaknya telah menemukan cara untuk mengamankan pasokan cip ke depannya dengan berinvestasi langsung pada pabrik-pabrik cip dengan menggandeng produsen cip yang sudah ada. Perubahan itu dilakukan setelah menghadapi krisis parah pasokan cip yang sempat menghentikan produksi jutaan mobil selama dua tahun terakhir.

General Motor (GM), Volswagen AG, dan Ford Motor misalnya sedang melakukan negosiasi langsung dengan pembuat cip. Sedangkan Nissan Motor dan yang lainnya telah menerima komitmen pesanan yang lebih panjang dengan persediaan yang lebih tinggi. Pemasok utama yakni Robert Bosch dan Denso sedang berinvestasi saat ini dalam produksi cip. 

GM dan Stellantis mengatakan bahwa mereka akan bekerjasama dengan desiner cip untuk merancang komponen. 

Langkah tersebut mewakili perubahan mendasar bagi industri otomotif dalam mengamankan pasokan cip jangka panjang, yakni mengeluarkan biaya lebih tinggi, lebih banyak pekerjaan langsung dalam pengembangan cip dan lebih banyak komitmen modal sebagai imbalan visibilitas yang lebih baik dalam pasokan cip mereka. Sementara sebelumnya, mereka hanya mengandalkan para pemasok dalam mendapatkan semikonduktor. 

Baca Juga: Tegang! China Tembak Rudal Balistik ke Perairan Sekitar Taiwan saat Latihan Militer

Para pembuat cip menyambut baik kemitraan yang sedang berkembang dengan produsen mobil. Para eksekutif perusahaan semikonduktor melihat bahwa selama ini perusahaan otomotif kurang punya pemahaman terkait cara kerja rantai pasok cip dan enggan berbagai biaya dana resiko. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab krisis cip baru-baru ini. 

C.C Wei, Kepala eksekutif produsen cip terbesar di dunia, Taiwan Semiconductor Manufacture Co mengaku, selama ini tidak pernah ada eksekutif perusahaan otomotif yang memanggil sebelum krisis pasokan cip parah terjadi. 

"Dalam dua tahun terakhir mereka menelpon saya dan berperilaku seperti sahabat saya. Seorang pembuat mobil menelpon meminta 25 wafer, sementara kami terbiasa menerima pesanan 25 wafer. Tak heran jika mereka tidak bisa mendapat dukungan," papar Wei dikutip Reuters, Kamis (4/8).

Thomas Culfield, CEO GlobalFoundries Inc melihat bahwa industri otomotof sudah menyadari bahwa mereka tidak bisa lagi menyerahkan resiko membangun pabrik cip bernilai miliar dollar kepada pembuat cip. 

Ia bilang, pihaknya tidak akan menambah kapasitas produksi kecuali pelanggan berkomitmen untuk menyerap hasil produksinya dengan memiliki status kepemilikan dalam kapasitas tersebut. 

Ford telah mengumumkan akan bekerjasama dengan GlobalFoundries untuk mengamankan pasokan cipnya. Mike Hogan, Kepala Bisnis Otomotof GlobalFoundries mengatakan, pihaknya sedang memproses kesepakatan serupa dengan banyak produsen mobil lain.

SkyWater Tecnology Inc, produsen cip di Minnesota, sedang melakukan pembicaraan dengan pembuat mobil untuk berinvestasi dalam pembelian peralatan atau membayar penelitian dan pengembangan produksi cip. 

Baca Juga: Bikin Ngeri, Latihan Militer China di Sekitar Taiwan Libatkan Senjata-Senjata Ini

Sermentara Onseni telah mendapatkan investasi US$ 4 miliat dalam perjanjian jangka panjang dalam memproduksi cip managemen daya yang terbuat dari siliko karbida. 

"Kami telah investasi miliaran dollar setiap tahun untuk skala operasi itu. Kami tidak akan bangun pabrik hanya dengan modal harapan," ujar Hassane Elkhori Kepala Eksekutif Onsemi. 

Michael Hurlston, CEO Synaptics Inc, yang  menghasilkan cip untuk menggerakkan layar sentuh, mengatakan kolaborasi yang lebih langsung baru-baru ini dengan pembuat mobil dapat menciptakan peluang bisnis baru serta mengelola risiko.

Ia bilang, industri otomotif telah menghangat untuk menggunakan layar OLED, yang kurang tahan lama dibandingkan layar LCD, faktor yang dianggap banyak orang akan membatasi penggunaannya di mobil meskipun kontras yang lebih baik dan konsumsi daya yang lebih rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×