kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS984.000 -0,40%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Ini Daftar Kota Paling Layak Huni di Dunia, Bukan Lagi Paris dan London


Jumat, 24 Juni 2022 / 13:12 WIB
Ini Daftar Kota Paling Layak Huni di Dunia, Bukan Lagi Paris dan London
ILUSTRASI. Warga berjalan. REUTERS/Lisi Niesner


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. The Economist Intelligence Unit (EIU), sebuah badan penelitian dari The Economist Media Group, telah merilis Global Liveability Index tahunannya, sebuah peringkat kota-kota yang paling layak huni.

"Konsep kelayakan hidup itu sederhana. Ini menilai lokasi mana di seluruh dunia yang menawarkan kondisi kehidupan terbaik atau terburuk," tulis organisasi tersebut dalam laporannya tahun 2022 seperti dikutip dari Fortune, Jumat (24/6).

Di bagian teratas daftar biasanya didominasi oleh kota-kota di Amerika Utara dan Eropa Barat, serta Australia, Selandia Baru, dan Jepang. Hal yang sama berlaku tahun ini, meskipun dengan beberapa perubahan penting.

Baca Juga: Bikin Adem, Ini 4 Rekomendasi Drama Korea yang Bersetting di Pedesaan!

Sementara Selandia Baru menempati urutan teratas pada tahun lalu karena perbatasannya yang tertutup memungkinkan penduduk untuk menjalani kehidupan yang relatif normal. Sejak pembatasan era pandemi telah dicabut secara global Selandia Baru kehilangan keunggulannya.

Tahun ini, Wina kembali menempati posisi teratas setelah atraksi budaya dan hiburan dibuka. Sebagai gambaran, Wina memang pernah menempati posisi teratas pada 2018 dan 2019 lalu.

EIU mengukur kelayakan huni menggunakan beberapa faktor, termasuk stabilitas politik, budaya dan lingkungan, pendidikan dan infrastruktur, yang memungkinkannya untuk menilai setiap kota pada skala 1 hingga 100.

Menurut EIU, skor 1 adalah "tidak dapat ditoleransi", sedangkan skor 100 adalah "ideal." Peringkat keseluruhan telah meningkat tahun ini, tetapi skor indeks secara keseluruhan tetap di bawah tingkat pra-pandemi.

Gejolak geopolitik juga mempengaruhi daftar tahun ini, menyebabkan kota-kota Rusia dan Eropa Timur tergelincir, dengan ibu kota Ukraina dan kota terpadat, Kyiv, dihapus dari daftar seluruhnya.

Berikut adalah kota-kota yang masuk 10 besar paling layak huni di dunia:

1. Wina

Ibu kota Austria dan kota terpadat itu menduduki puncak daftar teratas tahun ini setelah merosot ke No. 12 pada tahun 2021 karena pembatasan Covid-19 menutup atraksi budayanya.

“Stabilitas infrastruktur adalah daya tarik utama kota bagi penduduknya, didukung oleh layanan kesehatan yang baik dan banyak peluang budaya dan rekreasi,” tulis EIU dalam laporannya. Wina pada 2018 dan 2019 juga menempati peringkat pertama.

2. Kopenhagen

Tahun lalu, ibu kota Denmark berada di peringkat ke-15, dan tahun ini menduduki peringkat teratas dengan 100 poin untuk stabilitas, pendidikan, dan infrastruktur.

Baca Juga: 20 Wisata di Semarang Bernuansa Alam, Budaya, dan Sejarah untuk Libur Panjang

3. Zürich

Ibu kota Swiss itu berada di 10 besar untuk tahun kedua berturut-turut, setelah menduduki peringkat ketujuh pada 2021.

4. Calgary

Ada tiga kota Kanada di 10 besar tahun ini, dengan Calgary, kota terbesar ketiga di negara itu, menduduki puncak teratas. Terikat di urutan ketiga dengan Zurich, kota ini telah naik 15 peringkat sejak tahun lalu dengan pelonggaran pembatasan Covid-19.

5. Vancouver

Vancouver biasanya menjadi andalan dalam daftar EIU, bertahan stabil di No 1 selama hampir satu dekade antara 2002 dan 2010. Ini kembali ke 10 besar tahun ini setelah jatuh selama pandemi.

6. Jenewa

Swiss adalah satu-satunya negara Eropa dengan dua kota dalam daftar tahun ini; Jenewa naik dua tempat, dengan skor keseluruhan 95,9 pada indeks.

7. Frankfurt

Sementara Frankfurt naik ke 10 besar tahun ini, naik dari urutan ke 39 tahun lalu, kota-kota besar Eropa lainnya seperti London, Berlin dan Paris tidak.

"Setahun yang lalu, sebagian besar kota Jerman, Inggris, dan Prancis tergelincir dalam survei kami karena mereka tetap berada di bawah pembatasan Covid-19 yang diberlakukan saat gelombang delta menyebar ke seluruh benua," tulis EIU dalam laporannya. "Sebagian besar pulih dalam proses menjadi endemik dan normal," tambahnya.

8. Toronto

Bersama dengan Calgary dan Vacouver, Toronto secara historis tampil sangat baik dalam daftar EIU, masuk kedalam 10 besar selama bertahun-tahun secara berturut-turut. Meskipun merosot pada tahun 2021, ia kembali masuk kedalam daftar tahun ini dengan skor indeks keseluruhan 95,4.

9. Amsterdam

Ibu kota Belanda itu juga membuat lompatan besar sejak tahun lalu, membuka kembali atraksi budayanya setelah pembatasan covid-19 dilonggarkan. Pada tahun 2021, ia menempati urutan ke-30 dalam daftar.

Baca Juga: 13 Tempat Wisata di Bandung Terbaru untuk Libur Panjang dan Akhir Pekan

10. Osaka

Sebelum tahun ini, Osaka telah berada di puncak indeks EIU sejak 2018, mencapai puncaknya di urutan kedua tahun lalu. Meskipun mencetak skor 100 untuk stabilitas, perawatan kesehatan dan pendidikan, tetapi untuk budaya dan lingkungan mendapat skor 83,1 yang membuatnya tenggelam dalam daftar tahun ini.

11. Melbourne

Melbourne menduduki puncak daftar setiap tahun antara 2011 dan 2017, dengan kota-kota Australia seperti Adelaide, Perth, Brisbane dan Sydney secara konsisten berada di peringkat 10 besar.

Tahun ini, itu adalah satu-satunya kota Australia yang masuk 10 besar, berdasarkan laporan Economist Intelligence Unit. "Di Australia, beberapa negara bagian lebih lambat mencabut pembatasan daripada yang lain. Akibatnya, Perth dan Adelaide kehilangan pijakan sejak tahun lalu, Melbourne sekali lagi menjadi kota dengan peringkat tertinggi di Australia," kata EIU.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×