kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.911   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.193   74,07   1,21%
  • KOMPAS100 796   7,84   0,99%
  • LQ45 608   4,93   0,82%
  • ISSI 217   4,59   2,15%
  • IDX30 337   1,37   0,41%
  • IDXHIDIV20 431   1,76   0,41%
  • IDX80 91   0,94   1,05%
  • IDXV30 118   1,35   1,16%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

Ini dampak kesenjangan perdagangan global senilai US$ 1,5 triliun hasil survei ADB


Selasa, 03 September 2019 / 11:25 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pelabuhan Tanjung Priok


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

"Contoh yang sangat ekstrem adalah kepulauan Pasifik, di mana sejumlah negara berisiko diblokir dari sistem finansial global -termasuk perdagangan keuangan-  karena bank koresponden memutuskan hubungan dengan lembaga keuangan lokal,” kata Beck.

Baca Juga: Menlu Retno: Presiden ADB apresiasi perkembangan ekonomi Indonesia

Kemudian, sekitar 60% responden bank memprediksi kesenjangan perdagangan keuangan bakan naik dalam dua tahun ke depan. Teknologi, seperti blockchain dan big data, memiliki potensi untuk mempersempit kesenjangan. Namun, kendalanya adalah tingginya biaya dan minimnya standar keuangan digital global.

Laporan ini merekomendasikan adopsi aturan umum oleh pemerintah tentang perdagangan digital dan e-commerce sehingga bisa memberikan dasar hukum bagi perusahaan dan bank untuk bertransaksi secara digital.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×