kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.847   45,00   0,27%
  • IDX 8.241   -50,41   -0,61%
  • KOMPAS100 1.165   -7,03   -0,60%
  • LQ45 837   -5,28   -0,63%
  • ISSI 296   -0,59   -0,20%
  • IDX30 435   -0,94   -0,22%
  • IDXHIDIV20 521   0,70   0,13%
  • IDX80 130   -0,78   -0,60%
  • IDXV30 143   0,85   0,60%
  • IDXQ30 141   0,01   0,00%

Ini Kata Orang Pintar Soal Langkah China Kurangi Kepemilikan Utang AS


Kamis, 12 Februari 2026 / 08:33 WIB
Ini Kata Orang Pintar Soal Langkah China Kurangi Kepemilikan Utang AS
ILUSTRASI. China secara mengejutkan meminta bank kurangi US Treasury. Dampaknya terhadap pasar global masih jadi perdebatan. (Ng Han Guan/Pool/REUTERS)


Sumber: Business Insider | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Ekonom dari Cato Institute ini juga menilai keputusan China tidak perlu dilihat sebagai ancaman geopolitik besar bagi AS.

Ia menilai banyak pihak terlalu melebih-lebihkan seberapa besar kepemilikan utang AS oleh China.

“Orang-orang terlalu melebih-lebihkan seberapa besar nilai utang pemerintah AS yang benar-benar dimiliki China. Jumlahnya tidak cukup besar untuk menjatuhkan pasar AS,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengakui bahwa jika terjadi aksi jual besar-besaran, dampak ke pasar tetap akan terasa. Namun, menurutnya, skenario tersebut kecil kemungkinan terjadi.

Liqian Ren (WisdomTree Asset Management)

Ren melihat langkah China ini lebih bernuansa geopolitik dibandingkan pendapat para analis lainnya.

“Langkah ini sebagian besar bersifat geopolitik, sementara faktor keuangan menjadi sekunder,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa China masih menggunakan US Treasury sebagai bagian dari manajemen nilai tukar, sehingga likuidasi besar-besaran dalam waktu dekat kecil kemungkinannya.

Namun, ia menilai persiapan menghadapi potensi konflik regional, termasuk di sekitar Jepang atau Selat Taiwan, mendorong kedua negara untuk mengurangi ketergantungan finansial satu sama lain.

Menurut Ren, China kemungkinan tidak akan kembali menjadi pembeli bersih utang pemerintah AS sampai tercapai keseimbangan baru dalam hubungan kedua negara.

Tonton: Prabowo Kucurkan Rp 911 Miliar untuk Diskon Transportasi Lebaran 2026

Yan Wang (Alpine Macro)

Kepala strategi China di Alpine Macro menilai kebijakan ini terutama terkait dengan manajemen risiko, meskipun faktor geopolitik juga berperan.

“China telah mengurangi kepemilikan aset AS,  khususnya US Treasury, dalam beberapa tahun terakhir, dan lajunya meningkat tajam sejak invasi Rusia ke Ukraina,” ujarnya.

Menurut Wang, tujuan strategis utama Beijing adalah mengurangi kerentanan terhadap potensi sanksi AS dalam kondisi tekanan geopolitik yang ekstrem.

Ia memperkirakan China akan terus mengurangi kepemilikan utang pemerintah AS. Saat ini, US Treasury diperkirakan mencakup sekitar 20% dari cadangan devisa China, angka yang dinilai sudah berada di atas tingkat kenyamanan pemerintah China.

Selanjutnya: Bursa Asia Lanjut Reli di Pagi Ini (12/2), Nikkei 225 Tembus ke Atas 58.000

Menarik Dibaca: IHSG Masih Bisa Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Kamis (12/2)


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×