kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini kejadian di New York: Satu ventilator dibagi untuk dua pasien corona


Jumat, 27 Maret 2020 / 06:59 WIB
ILUSTRASI. Warga menggunakan masker di New York untuk mencegah terinfeksi virus corona.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

Food & Drug Administration AS (FDA) memberikan otorisasi darurat pada Selasa yang memungkinkan ventilator dimodifikasi menggunakan tabung splitter untuk melayani beberapa pasien corona.

Namun neberapa asosiasi medis menentang metode yang tidak terbukti secara medis tersebut.

Baca Juga: Perangi corona, pemimpin G20 suntikkan US$ 5 triliun ke dalam ekonomi global

Perhimpunan Kedokteran Perawatan Kritis, Asosiasi Amerika untuk Perawatan Pernafasan dan empat kelompok praktisi lainnya mengeluarkan pernyataan bersama yang mengatakan bahwa praktik tersebut tidak boleh diupayakan karena tidak dapat dilakukan dengan aman dengan peralatan saat ini.

Menurut mereka, cukup sulit untuk memperbaiki ventilator agar tetap hidup bahkan satu pasien dengan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). "Membagikannya kepada banyak pasien akan memperburuk hasil untuk semua," demikian pernyataan tersebut.

Baca Juga: Riset: Tingkat kematian di AS akibat corona bisa capai 2.300 kematian sehari




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×