kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45764,61   -6,06   -0.79%
  • EMAS887.000 -1,88%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Ini lima industri yang diramal bakal anjlok akibat virus corona


Selasa, 04 Februari 2020 / 04:34 WIB
Ini lima industri yang diramal bakal anjlok akibat virus corona
ILUSTRASI. Perusahaan gerai cepat saji McDonald's ikut terdampak virus corona. REUTERS/Lucy Nicholson

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Virus corona yang menyerang dunia telah menghancurkan beragam aspek usaha. Misalnya saja perusahaan AS yang ada di China menjadi satu dari sekian banyak perusahaan AS yang terdampak.

Melansir CNBC, Senin (3/2/2020), ada lima industri AS yang mengalami kerugian akibat corona. Misalkan saja dari sektor penerbangan, hiburan, teknologi, otomotif dan retail. Perusahaan tentunya mengalami kerugian akibat wabah yang menerjang. Apalagi pemerintah setempat mengeluarkan larangan dan himbauan pabrik untuk memberhentikan kegiatan operasionalnya sementara hingga 9 Februari 2020.

Perusahaan AS yang ada di China seperti Walmart dan Tesla juga diketahui mengalami kondisi memburuk yang menekan harga saham masing-masing. Sejumlah perusahaan juga memperingatkan para investor terkait dampak virus corona yang terus menyebar.

Baca Juga: Aktivitas manufaktur AS naik di luar dugaan, Wall Street rebound

CEO Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia (WTTC) Gloria Guevara mengatakan, sebagian besar konsekuensi dari wabah seperti ini disebabkan oleh kesalahan manajemen, kurangnya komunikasi dan kepanikan. “Manajemen krisis sangat penting. Mereka harus proaktif dan transparan. Mereka perlu bekerja sama dengan sektor swasta dan kita tidak perlu panik,” kata Gloria.

Adapun lima industri yang berdampak akibat penyebaran corona yakni :

Baca Juga: Virus corona kembali tekan IHSG, analis sarankan masuk ke obligasi

1. Penerbangan

Sektor penerbangan merasakan dampak langsung dari virus corona. Permintaan untuk melakukan perjalanan ke China terus anjlok saat virus menyebar. Banyak maskapai penerbangan mengurangi layanan penerbangan ke China pada awal pekan ini.

Ditambah lagi Departemen Luar Negeri yang merilis peringatan untuk tidak mengadakan perjalanan ke China, membuat maskapai mulai benar-benar menutup penerbangan ke China. Delta Airlines mengumumkan pihaknya mempercepat penangguhan semua layanan ke China dari 2 Februari hingga 30 April 2020.

Baca Juga: Awal tahun, perbaikan sektor manufaktur alami tantangan berat

Penerbangan China yang terakhir, berangkat dari AS pada 1 Februari, dan penerbangan kembali terakhir ke AS dari China pada 2 Februari. American Airlines juga mengatakan akan menghentikan layanan ke China setelah serikat pekerja yang mewakili pilot American Airlines menuntut operator untuk menghentikan layanan ke China di tengah masalah wabah corona.



TERBARU

[X]
×