kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.101   28,83   0,41%
  • KOMPAS100 958   2,89   0,30%
  • LQ45 684   1,82   0,27%
  • ISSI 255   0,38   0,15%
  • IDX30 380   1,10   0,29%
  • IDXHIDIV20 465   2,14   0,46%
  • IDX80 107   0,37   0,34%
  • IDXV30 136   1,19   0,88%
  • IDXQ30 121   0,39   0,32%

Ini negara paling terkena dampak ekonomi China


Selasa, 15 Maret 2016 / 16:36 WIB


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. China merupakan mitra perdagangan terbesar bagi Malaysia, Singapura dan Thailand. Terutama, Singapura dan Thailand, keduanya akan rentan terhadap perlambatan ekonomi China.

Hal tersebut, karena posisi kedua negara tersebut sebagai rantai pasokan di wilayah regional untuk barang-barang elektronik. Selain itu, menurunnya permintaan dan harga untuk komoditas juga akan menjadi salah satu kekhawatiran yang menjadi dampak dari ekonomi China.

ICAEW Regional Director untuk Asia Tenggara, Mark Billington FCA mengatakan, dengan tantangan yang besar, pemerintah Malaysia berisiko mengalami penurunan rating.

Hal tersebut di tengarai oleh penurunan harga minyak dunia dan kerentanan mata uang ringgit pada pengeluaran modal akan mempersempit gerak pemerintahan dalam membuat kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya.

"Malaysia terjebak di dalam sebuah “kutukan sumber daya alam” dimana sektor komoditas mengalami ledakan peningkatan dan mempunyai nilai tukar yang tinggi," paparnya dalam pernyataan resmi, Selasa (15/3).

Hal ini ternyata membuat lemahnya daya saing dan kurangnya investasi di sektor non-komoditas. Oleh karenanya, Malaysia akan lebih terpapar pada dampak negatif dari penurunan harga hingga penurunan nilai komoditas.

Mark melanjutkan, pertumbuhan di Filipina diprediksi akan tetap kuat. Menurut survei ICAEW menunjukan bahwa bisnis yang sehat dan kepercayaan pelanggan disertai dengan kebijakan fiskal yang cukup longgar ternyata mendukung pertumbuhan ekonomi di Filipina.

Di sisi lain, negara ASEAN lainnya, seperti Singapura, akan tertolong oleh sektor jasa yang akang menderek mesin pertumbuhan Singapura. Sebab, ekspor barang non-minyak di singapura dan sektor manufaktur akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Investasi pemerintahan yang bertambah kuat dan pengeluaran rumah tangga pemerintah akan terus mendukung kegiatan sektor jasa.

"Namun, sektor jasa yang berhubungan dengan minyak dan eksportir akan berlanjut rentan di dalam perdagangan regional di Singapura," tutup Mark.
 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×