kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.825   -75,00   -0,44%
  • IDX 7.988   52,37   0,66%
  • KOMPAS100 1.126   8,82   0,79%
  • LQ45 818   1,96   0,24%
  • ISSI 282   4,44   1,60%
  • IDX30 425   -0,78   -0,18%
  • IDXHIDIV20 512   -3,29   -0,64%
  • IDX80 126   0,78   0,63%
  • IDXV30 139   0,04   0,03%
  • IDXQ30 138   -0,73   -0,53%

Ini Peringatan Terbaru AS kepada Iran, Singgung Soal Donald Trump


Rabu, 16 Oktober 2024 / 07:11 WIB
Ini Peringatan Terbaru AS kepada Iran, Singgung Soal Donald Trump
ILUSTRASI. AS telah memperingatkan Iran agar menghentikan semua rencana jahat terhadap calon presiden AS Donald Trump. REUTERS/Jonathan Drake 


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ini peringatan terbaru Amerika Serikat kepada Iran. 

Mengutip Reuters, Amerika telah memperingatkan pemerintah Iran agar menghentikan semua rencana jahat terhadap calon presiden AS Donald Trump dari Partai Republik. Seorang pejabat AS mengatakan, Washington akan memandang setiap upaya pembunuhan terhadap Trump sebagai tindakan perang.

Pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan Presiden AS Joe Biden telah diberi pengarahan secara berkala tentang ancaman tersebut dan mengarahkan timnya untuk menangani rencana jahat Iran terhadap warga Amerika.

Atas arahan Biden, pejabat tinggi AS telah mengirim pesan ke tingkat tertinggi pemerintah Iran yang memperingatkan Teheran untuk menghentikan semua rencana jahat terhadap Trump dan mantan pejabat AS.

Iran telah diinformasikan bahwa Washington akan memandangnya sebagai tindakan perang jika ada upaya yang dilakukan terhadap keamanan Trump.

Iran telah membantah mencampuri urusan AS. Teheran, sebaliknya, mengatakan Washington telah mencampuri urusannya selama beberapa dekade, dengan menyebutkan berbagai peristiwa mulai dari kudeta tahun 1953 terhadap seorang perdana menteri hingga terbunuhnya komandan militernya dalam serangan pesawat nirawak AS tahun 2020.

Pada bulan Januari 2020, Trump memerintahkan serangan udara AS yang menewaskan komandan militer tertinggi Iran saat itu, Qassem Soleimani, setelah menerima informasi intelijen bahwa Soleimani merencanakan serangan yang akan segera dilakukan terhadap diplomat dan angkatan bersenjata AS di Irak, Lebanon, Suriah, dan tempat lain di Timur Tengah.

Baca Juga: Kerjasama Pertahanan antara Rusia-Korea Utara Bikin Penasaran, Ini Jawaban Kremlin

Trump, seorang Republikan, sekarang berusaha untuk kembali ke Gedung Putih setelah kalah dalam pemilihan umum tahun 2020 dari Biden. Trump sekarang sedang dalam persaingan sengit melawan Wakil Presiden Kamala Harris dalam pemilihan umum tanggal 5 November.

Tim kampanyenya mengatakan pada tanggal 24 September bahwa Trump telah diberi pengarahan oleh pejabat intelijen AS tentang dugaan ancaman dari Iran.

Gedung Putih mengatakan Amerika Serikat telah memantau dengan saksama ancaman Iran terhadap Trump selama bertahun-tahun dan memperingatkan "konsekuensi berat" jika Teheran menyerang warga negara AS mana pun.

"Kami menganggap ini sebagai masalah keamanan nasional dan dalam negeri dengan prioritas tertinggi, dan kami mengutuk keras Iran atas ancaman yang kurang ajar ini. Jika Iran menyerang warga negara kami, termasuk mereka yang terus mengabdi kepada Amerika Serikat atau mereka yang sebelumnya mengabdi, Iran akan menghadapi konsekuensi berat," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih Sean Savett.

Ia mengatakan, lembaga terkait terus-menerus dan segera memberikan informasi ancaman yang berkembang kepada sang mantan presiden.

Baca Juga: Nomor 1 Bukan Israel, Negara Ini Punya Sistem Rudal Antipesawat Terhebat Dunia

"Selain itu, Presiden Biden telah menegaskan kembali arahannya bahwa Dinas Rahasia Amerika Serikat harus menerima setiap sumber daya, kemampuan, dan tindakan perlindungan yang diperlukan untuk mengatasi ancaman yang berkembang terhadap mantan presiden tersebut," kata Savett.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×