Inilah Asteroid yang Menjadi Target Misi DART NASA Sebagai Bentuk Pertahanan Planet

Selasa, 30 Agustus 2022 | 13:50 WIB   Penulis: Arif Budianto
Inilah Asteroid yang Menjadi Target Misi DART NASA Sebagai Bentuk Pertahanan Planet

ILUSTRASI. Inilah Asteroid yang Menjadi Target Misi DART NASA Sebagai Bentuk Pertahanan Planet

KONTAN.CO.ID - Inilah target asteroid yang menjadi target misi DART NASA sebagau bentuk pertahanan planet Bumi. Asteroid Didymos akan menjadi target misi DART NASA ini dengan cara menabraknya supaya menjauh dari orbit Bumi.

Asteroid adalah salah satu benda langit yang kerap kali dianggap sebagai ancaman bagi Bumi. Benda langit yang satu ini tidak jarang luput dari pantauan, tidak heran para astronom di luar sana telah mempersiapkan berbagai macam cara sebagai bentuk pertahanan Bumi dari ancaman luar angkasa.

Begitu pula dengan misi DART NASA yang dikabarkan bakal menabrak asteroid dengan cara mendorongnya pada kecepatan tinggi.

Dikutip dari Futurism (30/08/2022), NASA telah mengumumkan bahwa misi uji pertahanan planet pertama dan yang telah ditunggu-tunggu dijadwalkan akan menabrak asteroid mematikan bulan September mendatang.

Baca Juga: NASA Siap Meluncurkan Era Baru Penjelajahan Bulan

Skema pesawat ruang angkasa DART menabrak asteroid untuk mengubah orbitnya

Misi yang dijuluki Double Asteroid Redirection Test (DART), akan menjadi yang pertama menguji apakah benturan berkecapatan tinggi dapat mendorong asteroid pembunuh keluar jalur sebelum menabrak planet kita.

Tetapi jangan khawatir, NASA hampir sangat berhat-hati untuk menunjukkan bahwa asteroid Dimorphos "tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi".

Misi DART NASA ini akan menabrak Dimorphos yang asteroid kecil yang menjadi satelit dari Didymos pada jarak sekitar 10,8 juta km saat mendekati Bumi.

Dikutip dari ScienceTimes, NASA memperkirakan bahwa pesawat ruang angkasa DART akan bertabrakan dengan batu ruang angkasa tersebut pada 26 September 2022 pada pukul 19:14 EDT (Eastern Daylight Time).

Perlu Anda ketahui, Dimorphos adalah anggota sitem biner, yang berarti ia mengelilingi asteroid Didymos yang ukurannya lebih besar. Asteroid induk Dimorphos lebarnya adalah 780 meter, sedangkan Dimorphos lebih kecil, yakni 160 meter.

Baca Juga: Cari Tahu Tentang Sampah Luar Angkasa, Berikut Penjelasan dan Contohnya

Apabila semua berjalan dengan lancar, pesawat itu akan bertabrakan dengan batuan luar angkasa tersebut dengan kecepatan 15.000 mil per jam. Ini bukan misi penyelamatan Bumi seperti di film Armageddon yang membuat hancur benda angkasa, jadi Dimorphos tidak akan meledak.

"Tes ini akan menunjukkan pesawat ruang angkasa dapat secara mandiri menavigasi ke asteroid target dan menabraknya untuk mengubah gerakannya dengan cara yang dapat diukur menggunakan teleskop yang berbasis di darat," demikian siaran pers NASA.

Dalam misi ini, DART akan memberikan data penting untuk membantu mempersiapkan asteroid yang mungkin menimbulkan dampak bahaya Bumi, jika ada yang pernah ditemukan.

Editor: Arif Budianto

Terbaru