Reporter: Dina Farisah | Editor: Tri Adi
Tidak puas membidani kelahiran mesin pencarian Google. Sergey Mikhaillovich Bin kemudian melanjutkan eksperimen teknologinya dengan menciptakan kacamata komputerisasi Google atau yang dikenal dengan Google Glass. Temuan mutakhir abad ini yang membantu pekerjaan manusia karena fungsinya seperti smartphone. Hal ini selaras dengan visi dan misi Sergey sejak awal yakni memanfaatkan teknologi untuk membantu orang banyak dalam segala aktifitas.
Google Glass memiliki banyak manfaat dari pemakainya. Layaknya smartphone Google Glass dapat digunakan untuk memberikan informasi kapanpun, dimanapun dan saat itu juga. Selain itu fungsinya dapat memeriksa email, mengunggah foto ke sosial media hingga merekam video dari sudut pandang mata pemakainya.
Sama halnya dengan penemuan Google, kelahiran Google Glass juga menjadi pusat perhatian dunia. Pada saat debut Google Glass tahun 2012, Sergey tidak ingin perayaan biasa-biasa saja. Sergey melakukan aksi terjun payung dengan tim profesional di pusat kota San Francicso.
Meski memiliki manfaat super, Google Glass memiliki desain trendi khas anak muda yakni dengan bingkai super tipis. Desain sederhana namun elegan Google Glass mendapat apresiasi positif dari desainer ternama dunia.
Bahkan kacamata ajaib ini menjadi simbol fashion baru. Google Glass dipamerkan di pagelaran fashion internasional seperti New York Fashion Week.
Penemuan Google Glass telah melengkapi Google sebagai perusahaan yang memenuhi kebutuhan sehari-hari manusia. Google seperti diketahui memiliki platform email terbaik yakni Gmail. Kemudian browser ciptaan sendiri yaitu Chrome. Hingga GPS yakni Global Positioning System (GPS) yang membantu arah petunjuk jalan dan lokasi yang hendak dituju yakni Google Maps.
Bagi Sergey, teknologi akan tumbuh pesat dan terus membutuhkan inovasi untuk tetap menjadi yang terdepan. Inovasi merupakan cara agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Untuk tetap mengukuhkan citra Google sebagai perusahaan teknologi terkuat. Sergey menuntut para pekerjanya supaya mampu melahirkan ide yang kreatif.
Nah, agar ide kreatif terus muncul. Sergey sadar bahwa lingkungan yang nyamanlah yang dapat mewujudkannya.
Berbeda dengan budaya perusahaan berskala internasional pada umumnya, suasana kerja di Google di desain senyaman mungkin. Seolah tidak sedang berada di tempat kerja.
Kenyamanan ini dapat terlihat dari gaya berpakaian yang santai. Hal ini jarang ditemui pada perusahaan raksasa manapun. Karyawan yang sebagian besar berusia muda tersebut juga di bebaskan menyantap sushi di meja kerja mereka.
Bahkan hal yang paling unik adalah diperbolehkan membawa hewan peliharaan ke tempat kerja. Budaya kerja bersuasana rumah ini, juga menghadirkan sesi pilates bagi karyawan untuk tetap menjaga kebugaran di tengah-tengah kesibukan bekerja.
Semua misi ini dijalankan Google karena kepercayaan Sergey bahwa kreativitas dan produktivitas karyawan akan berjalan seiring dengan kesungguhan perusahaan dalam menciptakan tempat kerja yang nyaman. Google pun rutin mengadakan acara tahunan dengan mewajibkan karyawan menggunakan kostum kreatif (pesta kostum).
Seorang mantan karyawan Google berkata bahwa Sergey Brin dan Larry Page benar-benar peduli dengan inovasi. Dan itu berarti mereka sangat peduli dengan karyawan, sehingga tak segan melakukan yang terbaik dan yang paling kreatif yang bisa dilakukan.
Google bahkan disebut Situs karier Glassdoor Inc sebagai perusahaan nomor tiga sebagai daftar perusahaan tempat bekerja terbaik di dunia yang memberikan gaji besar kepada karyawan baru, kenyamanan dan penghargaan kepada pekerja.
(Bersambung)













