Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – SYDNEY. Investasi bisnis Australia mengalami kontraksi pada kuartal II 2026, seiring melambatnya lonjakan investasi pembangunan pusat data (data centre) yang sebelumnya mendorong belanja modal perusahaan.
Mengutip Reuters, Kamis (27/8/2026), Biro Statistik Australia (ABS) mencatat belanja modal swasta turun 3,6% secara kuartalan menjadi A$50,95 miliar atau sekitar US$36,58 miliar setelah disesuaikan dengan inflasi.
Baca Juga: Bursa Korea Selatan Menguat, Didukung Prospek Chip Nvidia dan Fokus ke Kebijakan BOK
Realisasi tersebut jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan belanja modal swasta justru meningkat 0,5% pada kuartal II 2026.
Penurunan terutama disebabkan oleh anjloknya belanja pada peralatan informasi, media dan telekomunikasi sebesar 53%.
ABS menyebut penurunan tersebut terjadi setelah perusahaan mencatat investasi besar-besaran pada rak server dan peralatan pemrosesan untuk pusat data pada kuartal sebelumnya.
Sementara itu, belanja untuk pabrik dan mesin turun 8,9%. Sebaliknya, belanja untuk bangunan dan struktur meningkat 2,1%.
Meski investasi aktual melemah pada kuartal II, prospek belanja perusahaan untuk periode mendatang justru meningkat.
Baca Juga: Bursa Saham Australia Melemah, Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga Membebani
Survei ABS menunjukkan, perusahaan berencana mengalokasikan belanja sekitar A$200,7 miliar untuk tahun hingga Juni 2027. Angka tersebut 15,5% lebih tinggi dibandingkan estimasi sebelumnya.
Sebagai informasi, dalam laporan tersebut nilai tukar yang digunakan adalah US$1 setara A$1,3928.














