kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Investasi Energi China Capai Rp 540 Triliun, Siap Kuasai Dunia?


Jumat, 12 September 2025 / 09:56 WIB
Investasi Energi China Capai Rp 540 Triliun, Siap Kuasai Dunia?
ILUSTRASI. Tanda produsen baterai CATL terlihat di stannya di Pameran Otomotif Internasional Beijing di Beijing, China, 25 April 2024. REUTERS/Tingshu Wang


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China berencana hampir menggandakan kapasitas penyimpanan energi baru (new energy storage) menjadi 180 gigawatt (GW) pada 2027, menurut rencana industri yang diumumkan otoritas setempat pada Jumat (12/9/2025).

Rencana tersebut dirilis oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) bersama regulator energi, yang menyebut target ini akan mendorong investasi hingga 250 miliar yuan atau sekitar US$35 miliar (Rp 540 triliun).

Baca Juga: AS dan China Bahas TikTok serta Pencucian Uang di Madrid

Hingga Juni 2025, kapasitas terpasang penyimpanan energi baru yang sebagian besar menggunakan baterai lithium-ion, telah mencapai 95 GW, menurut Administrasi Energi Nasional (NEA).

China sebelumnya juga melampaui target lebih cepat. Target penyimpanan energi baru tahun 2025 awalnya ditetapkan sebesar 30 GW, namun berhasil dicapai dua tahun lebih awal.

Sebagai perbandingan, kapasitas baterai penyimpanan skala utilitas di Amerika Serikat (AS) baru mencapai 26 GW pada akhir 2024.

Dengan rencana ekspansi, kapasitas tersebut diperkirakan hanya sedikit di atas 46 GW pada akhir 2025, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA).

Baca Juga: China Kecam Kenaikan Tarif Mobil Meksiko, Sebut Bisa Guncang Kepercayaan Investor

Perusahaan baterai penyimpanan energi utama di China antara lain BYD yang juga merupakan produsen kendaraan listrik terbesar di negara itu dan CATL.

Penyimpanan energi baru mencakup teknologi penyimpanan listrik yang menggunakan sistem elektrokimia, udara terkompresi, flywheel, dan superkapasitor, tetapi tidak termasuk pumped hydro yang mengandalkan bendungan untuk menghasilkan listrik sesuai kebutuhan.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×