Sumber: Bloomberg | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Dana kuantitatif China semakin digemari. Alhasil, banjir dana investor ke quant fund di negara ini makin deras.
Bloomberg melaporkan, Jumat (2/7/2026), mengutip sumber, Ubiquant, salah satu pemain utama quant fund di China, mengumpulkan 2,6 miliar yuan, sekitar Rp 6,88 triliun, dalam waktu kurang dari dua jam penawaran dana baru tersebut Mei lalu.
Sumber lain, seorang distributor produk quant fund, menuturkan, investor juga langsung membeli produk senilai lebih dari 100 juta yuan dari Shenzhen ChengQi Asset Management Ltd. dalam hitungan detik.
Aset kelolaan dana kuantitatif di China telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam waktu kurang dari setahun menjadi lebih dari 2,6 triliun yuan. Minat yang besar ini dipicu oleh keberhasilan adopsi akal imitasi (AI) yang cepat di negara tersebut.
Quant fund adalah keranjang dana yang mengandalkan model matematika, analisis statistik, dan algoritma komputer untuk memilih aset investasi. Tahun lalu, investasi yang dilakukan mesin mengalahkan manusia dengan lebih dari 20 poin persentase.
Baca Juga: Continental Masuki Tahap Akhir Penjualan ContiTech ke Lone Star
“Luasnya cakupan analisis kuantitatif terhadap ribuan saham telah mengalahkan kedalaman riset yang dilakukan oleh manajer investasi jangka panjang yang hanya berinvestasi secara diskresioner. Analisis kuantitatif akhirnya menjadi mainstream,” kata Chen Xu, Kepala Operasional BigQuant.cn.
Besarnya minat terhadap quant fund ini menyebabkan maraknya produk investasi yang ditawarkan. Menurut laporan Industrial Securities Co, produk kuantitatif baru meningkat lebih dari dua kali lipat tahun lalu menjadi 6.296 produk, mencakup 46% dari semua hedge fund baru.
Di antara lebih dari 3.000 produk baru yang didaftarkan oleh manajer top, lebih dari 80% diluncurkan oleh para analis kuantitatif.
Menurut Citic Securities Co, para analis kuantitatif saham jangka panjang memperoleh keuntungan 44,7% tahun lalu, mengalahkan analis yang menggunakan strategi diskresioner sebesar 20,3 poin persentase.
Baca Juga: Demam Piala Dunia Dongkrak Bisnis Barbershop, 'Hexa Cut' Laris di Brasil
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan keunggulan rata-rata yang dicetak analis kuantitatif sebesar 13 poin persentase selama lima tahun sebelumnya. Ini merupakan keunggulan terluas strategi tersebut sejak 2021, menurut data Citic.
Keberhasilan para analis kuantitatif di industri hedge fund China yang bernilai 8 triliun yuan berbeda 180 derajat dari dua tahun lalu. Sektor ini telah dilanda serangkaian kegagalan manajemen, yang memicu kemarahan regulator pemerintah.
Kala itu, quant fund disalahkan atas volatilitas yang berlebihan dan gejolak pasar di China. Bursa-bursa menindak penggunaan perdagangan frekuensi tinggi untuk menghindari batasan transaksi dan memperketat pengawasan terhadap produk-produk yang menggunakan leverage.
Seiring investasi beralih ke mesin yang bersaing melawan mesin, dan dana kuantitatif berkembang, mengalahkan pasar menjadi lebih sulit.
Baca Juga: Data AS Bawa Angin Segar, Bursa Saham Global Kompak Reli pada Jumat (3/7)
Salah satu produk dana kuantitatif yang paling populer adalah index enhanced fund. Ini adalah reksadana yang melacak indeks dan menggunakan algoritma untuk menggeser bobot masing-masing perusahaan untuk mengungguli benchmark.
Tapi cuan dari strategi tersebut menyusut lebih dari setengahnya di tahun ini menjadi 4% tahun ini hingga 30 April. Beberapa manajer investasi hampir tidak menghasilkan alpha setelah Oktober.














