kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Terminal Minyak Sinopec di China Pulih Setelah Dijual ke Operator Lokal


Rabu, 11 Maret 2026 / 16:58 WIB
Terminal Minyak Sinopec di China Pulih Setelah Dijual ke Operator Lokal
ILUSTRASI. Sinopec (REUTERS/China Stringer Network)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Sebuah terminal minyak di China yang disanksi Amerika Serikat (AS) pada Oktober lalu telah kembali beroperasi setelah unit logistik milik perusahaan negara Sinopec menjual sahamnya di fasilitas tersebut kepada operator pelabuhan lokal, menurut dua sumber perdagangan dan data pelacak kapal tanker.

Melansir Reuters Rabu (11/3/2026), sanksi AS terhadap Terminal Rizhao Shihua terkait penanganan minyak Iran yang diangkut kapal-kapal yang juga disanksi sempat mengganggu aliran minyak mentah dan memaksa Sinopec melakukan pengalihan muatan.

Baca Juga: Harga Aluminium Shanghai Naik 2%, Pasokan Global Terganggu KonflikTimur Tengah

Terminal ini sebelumnya menyalurkan sekitar 20% dari impor minyak Sinopec di Provinsi Shandong.

Terminal yang terletak di kota Lanshan, dengan tiga dermaga yang mampu menampung Very Large Crude Carrier (VLCC), sempat tidak beroperasi selama beberapa bulan karena pemilik kapal dan pedagang menghindari terminal tersebut untuk mencegah risiko sanksi sekunder.

Namun, sumber mengatakan bahwa terminal mulai kembali melakukan bongkar muat dalam beberapa minggu terakhir setelah Sinopec Kantons Holdings menjual 50% sahamnya kepada operator pelabuhan lokal.

Pada 27 Februari, Sinopec Kantons menyatakan bahwa Terminal Rizhao Shihua “memulai proses likuidasi dan penjualan aset” dengan total aset terjual sekitar 2,41 miliar yuan (US$ 350 juta), tanpa menyebutkan pembeli.

Baca Juga: Harga Minyak Bergejolak Rabu (11/3), Pasar Ragukan Efektivitas Cadangan IEA

Data pelacakan kapal dari Vortexa Analytics menunjukkan setidaknya satu tanker berkapasitas 2 juta barel yang memuat minyak Iran bersandar di salah satu dermaga pada 28 Februari, menjadi salah satu bongkar muat pertama setelah perubahan kepemilikan.

Upaya menghubungi pihak Pelabuhan Rizhao, yang sebelumnya memiliki setengah saham terminal sebelum dijual Sinopec, belum mendapat respons.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×