kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

Harga Minyak Bergejolak Rabu (11/3), Pasar Ragukan Efektivitas Cadangan IEA


Rabu, 11 Maret 2026 / 15:25 WIB
Harga Minyak Bergejolak Rabu (11/3), Pasar Ragukan Efektivitas Cadangan IEA
ILUSTRASI. Harga minyak (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak kembali naik pada Rabu (11/3/2026) meski pasar masih meragukan apakah rencana International Energy Agency (IEA) untuk pelepasan cadangan minyak secara besar-besaran bisa menahan potensi guncangan pasokan akibat konflik AS-Israel-Iran.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent naik 59 sen atau 0,7% menjadi US$88,39 per barel pada pukul 07.27 GMT, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 98 sen atau 1,2% menjadi US$84,43 per barel.

Kedua kontrak sempat melanjutkan penurunan pada perdagangan awal Asia, setelah anjlok lebih dari 11% pada Selasa lalu.

Baca Juga: Bursa Australia Ditutup Menguat Rabu (11/3), Sektor Tambang Pimpin Pemulihan

IEA disebutkan berencana melepaskan cadangan minyak yang jumlahnya lebih besar dibandingkan dua kali pelepasan cadangan pada 2022, saat Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.

Goldman Sachs menilai pelepasan cadangan sebesar itu hanya dapat menutupi 12 hari gangguan ekspor minyak Teluk dari perkiraan 15,4 juta barel per hari.

Serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada Selasa disebut sebagai yang paling intens sejak konflik berlangsung.

Militer AS juga menonaktifkan 16 kapal penabur ranjau Iran di Selat Hormuz, sementara Presiden AS Donald Trump menegaskan setiap ranjau yang dipasang Iran harus segera dihapus.

Namun, beberapa analis meragukan dampak pelepasan cadangan IEA terhadap harga minyak.

Suvro Sarkar, pimpinan tim sektor energi DBS, mengatakan, “Langkah seperti pelepasan cadangan strategis IEA bukan solusi krisis. Pergerakan harga minyak akan sangat bergantung pada durasi perang Iran.”

Baca Juga: SpaceX Incar IPO di Nasdaq, Berpotensi Jadi Terbesar Sepanjang Sejarah

Gangguan Pasokan Masih Berlanjut

Di sisi pasokan, perusahaan minyak Abu Dhabi ADNOC menutup kilang Ruwais akibat kebakaran setelah serangan drone, menjadi gangguan terbaru pada infrastruktur energi di tengah konflik.

Arab Saudi berupaya menambah pasokan melalui Laut Merah, namun volume masih jauh dari yang dibutuhkan untuk menutupi turunnya aliran dari Selat Hormuz.

Baca Juga: Militer AS Hancurkan 16 Kapal Penabur Ranjau Iran di Selat Hormuz

Konsultan energi Wood Mackenzie memperkirakan perang ini memotong pasokan minyak dan produk minyak Teluk sekitar 15 juta barel per hari, yang berpotensi mendorong harga minyak hingga US$150 per barel.

Sementara itu, stok minyak, bensin, dan distilat AS turun pekan lalu, menunjukkan permintaan yang tetap tinggi, menurut data American Petroleum Institute.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×