Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Pasukan elit Iran, Garda Revolusi (IRGC), mengumumkan serangan baru terhadap target AS dan Israel.
Mereka menyebut pernyataan Trump sebagai “operasi psikologis” yang tidak berpengaruh terhadap sikap Iran.
IRGC mengklaim telah menyerang sejumlah kota di Israel, termasuk Dimona dan Tel Aviv, serta beberapa pangkalan militer AS.
Militer Israel juga mengonfirmasi adanya peluncuran rudal dari Iran pada Senin malam, bahkan terdengar ledakan intersepsi di wilayah Yerusalem.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya akan terus melanjutkan serangan di Lebanon dan Iran, meski tetap membuka peluang penyelesaian melalui kesepakatan.
Selat Hormuz Jadi Kunci Risiko Global
Di tengah konflik, Iran masih menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.
Trump mendesak Iran untuk membuka jalur tersebut, namun Teheran menegaskan tidak akan melakukannya sebelum AS dan Israel menghentikan serangan.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dilaporkan berdiskusi dengan Oman untuk meredakan ketegangan, menandakan adanya upaya diplomasi di balik konflik.
Tonton: Pertamina Tingkatkan Impor LPG dari AS hingga 70% sejak Awal 2026
Potensi Negosiasi di Pakistan
Seorang pejabat Pakistan menyebut Wakil Presiden AS JD Vance, bersama Witkoff dan Kushner, kemungkinan akan bertemu pejabat Iran di Islamabad pekan ini.
Namun, Gedung Putih belum mengonfirmasi rencana tersebut dan menegaskan bahwa pembahasan diplomatik masih sangat sensitif.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari, lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas dalam konflik antara AS, Israel, dan Iran.













