kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Iran Desak Negara Lain Tolak Sanksi AS, Pembukaan Selat Hormuz Jadi Kunci Perdamaian


Jumat, 28 Agustus 2026 / 21:12 WIB
Iran Desak Negara Lain Tolak Sanksi AS, Pembukaan Selat Hormuz Jadi Kunci Perdamaian
ILUSTRASI. Iran - Billboard anti Amerika (AS) di Teheran (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

Iran Siapkan Syarat Pembukaan Selat Hormuz

Selat Hormuz menjadi titik krusial dalam negosiasi karena jalur tersebut sebelumnya menangani sekitar 20% pasokan minyak dunia sebelum perang dimulai enam bulan lalu.

Setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran, Teheran mengancam akan menyerang kapal yang melintasi selat tanpa izin.

Ancaman tersebut menyebabkan lalu lintas pelayaran turun dan harga minyak meningkat, sekaligus memberikan Iran posisi tawar dalam negosiasi.

Sebaliknya, AS menegaskan Selat Hormuz harus tetap terbuka sebagai jalur perairan internasional.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan pada Kamis bahwa Iran tengah menyiapkan daftar persyaratan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Manar melalui penerjemah, Rezaei mengatakan Iran telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai koridor pelayaran melalui selat tersebut. Sebagian jalur akan berada di perairan Oman dan sebagian lainnya di perairan Iran.

Menurut dia, kapal dapat menggunakan jalur tengah yang telah ditentukan jika AS memenuhi persyaratan Iran.

Sebelumnya, tuntutan Iran mencakup penghentian blokade AS terhadap pelabuhan Iran, kompensasi, serta pencabutan sanksi.

Namun, belum jelas apakah Teheran akan mengubah tuntutan tersebut agar dapat diterima Washington.

Baca Juga: China Ubah Sistem Penjualan Rumah, Dorong Penjualan Hunian yang Sudah Jadi

AS Klaim Jalur Pelayaran Mulai Terbuka

Komandan militer AS mengatakan pasukan Amerika telah membersihkan ranjau laut di Selat Hormuz yang sebelumnya dipasang oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran.

"Intinya, hari ini jalur pelayaran internasional terbuka dan momentum terus terbentuk," kata Laksamana Brad Cooper, Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), dalam pesan video yang diunggah ke media sosial.

Cooper mengatakan pasukan AS dalam beberapa bulan terakhir telah membantu sekitar 1.500 kapal komersial yang mengangkut hampir 750 juta barel minyak mentah untuk melintasi selat tersebut.

Namun, meski Trump berulang kali menyatakan Selat Hormuz telah terbuka, banyak kapal masih memilih tidak melintasi jalur tersebut karena ancaman Iran.

Layanan pelacakan kapal memperkirakan aktivitas pelayaran masih berada pada kisaran 5% hingga 15% dari volume normal.

Data awal pelayaran yang dirilis Jumat menunjukkan hanya tujuh kapal komoditas melintasi Selat Hormuz pada Kamis. Jumlah tersebut turun dari 17 kapal sehari sebelumnya dan berada di bawah rata-rata 10 hari sebanyak 15 kapal.

Baca Juga: Korban Banjir Nepal-China Tembus 552 Orang, Operasi Penyelamatan Dilanjutkan

Di sisi lain, negara-negara eksportir energi di kawasan Teluk mulai mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz dengan menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun infrastruktur alternatif, termasuk jaringan pipa energi dan pelabuhan.

Sebagian perdagangan kini dialihkan ke pelabuhan Arab Saudi di Laut Merah serta pelabuhan di pantai timur Uni Emirat Arab (UEA), meski kapasitasnya masih lebih kecil.

Harga minyak relatif stabil pada Jumat, tetapi masih berada di jalur untuk mencatat penurunan mingguan.

Analis menilai terdapat tanda-tanda lebih banyak minyak mulai mengalir melalui Selat Hormuz meskipun kebuntuan diplomatik masih berlangsung.

Produsen energi di kawasan Teluk juga semakin beradaptasi dengan perubahan kondisi geopolitik dan jalur perdagangan di kawasan tersebut.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×