kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Israel dan Hezbollah Sepakati Gencatan Senjata, Berlaku Mulai Jumat Sore


Jumat, 19 Juni 2026 / 20:16 WIB
Israel dan Hezbollah Sepakati Gencatan Senjata, Berlaku Mulai Jumat Sore
ILUSTRASI. Militer Israel (REUTERS/Rami Shlush)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Israel dan kelompok bersenjata Lebanon Hezbollah telah menyepakati gencatan senjata yang mulai berlaku pada Jumat (19/6/2026) pukul 16.00 waktu setempat.

Kesepakatan tersebut dikonfirmasi oleh seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) kepada Reuters.

Baca Juga: WHO: 75 Tenaga Medis di Kongo Terinfeksi Ebola, 17 Meninggal Dunia

Menurut pejabat tersebut, kesepakatan dicapai melalui perundingan yang melibatkan Amerika Serikat dan Qatar dengan bantuan Iran.

"Kami memahami bahwa setelah saling serang yang terjadi sebelumnya, Israel dan Hezbollah kini telah memasuki masa gencatan senjata," kata pejabat tersebut.

Kesepakatan itu tercapai setelah eskalasi konflik yang menewaskan sedikitnya 18 orang di Lebanon selatan akibat serangan udara Israel.

Sementara empat tentara Israel dilaporkan tewas dalam salah satu serangan paling mematikan yang dilakukan Hezbollah selama konflik berlangsung.

Sebelum kesepakatan diumumkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat berjanji akan memberikan "harga yang sangat mahal" kepada Hezbollah atas tewasnya empat tentaranya.

Baca Juga: ASML Bantah Tuduhan Kirim Peralatan Chip Paling Canggih ke China

Sementara itu, Presiden Lebanon, Joseph Aoun mengecam peningkatan serangan Israel yang menurutnya berpotensi mengganggu implementasi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan menghentikan konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, Aoun menegaskan Lebanon tetap berkomitmen mendorong tercapainya gencatan senjata menyeluruh.

Ia juga telah menginstruksikan tim negosiasi Lebanon untuk melanjutkan upaya tersebut dalam putaran pembicaraan berikutnya di Washington.

Kesepakatan Amerika Serikat-Iran sebelumnya mengharuskan seluruh pihak yang terlibat dalam konflik, termasuk sekutu masing-masing negara, menghentikan operasi militer secara permanen di seluruh front, termasuk Lebanon.

Baca Juga: Drama di Balik KTT G7: Trump Bikin PM Italia Meloni Murka, Tuding Sebar Cerita Bohong

Israel Tetap Pertahankan Pasukan di Lebanon Selatan

Di tengah pengumuman gencatan senjata, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan pasukan negaranya akan tetap berada di wilayah Lebanon selatan.

Menurut Katz, militer Israel akan mempertahankan kehadiran dari pesisir Mediterania hingga kawasan Beaufort yang baru-baru ini berhasil dikuasai Israel.

Ia bahkan menyatakan bahwa sekitar 200.000 warga yang sebelumnya tinggal di zona keamanan tersebut tidak akan diizinkan kembali ke rumah mereka.

Pernyataan itu menunjukkan masih adanya perbedaan pandangan terkait implementasi kesepakatan damai, mengingat perjanjian AS-Iran juga menekankan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.

Di sisi lain, Menteri Keamanan Nasional Israel dari kalangan sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, menyerukan tindakan balasan keras setelah kematian empat tentara Israel.

Baca Juga: Harga Emas Menuju Penurunan Mingguan Ketiga Beruntun Setelah Sinyal Hawkish The Fed

Lebanon Laporkan Korban Sipil Bertambah

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut sedikitnya 18 orang tewas dan 33 lainnya terluka akibat serangan udara Israel yang menghantam 11 kota sejak tengah malam.

Di desa Harouf, yang terletak di timur laut Kota Tyre, tujuh orang dilaporkan tewas dan sejumlah warga lainnya masih diduga tertimbun reruntuhan bangunan.

Pemerintah Lebanon juga melaporkan terjadinya gelombang pengungsian dari wilayah Tyre dan Bint Jbeil menuju daerah yang lebih aman di bagian utara negara itu.

Baca Juga: Norwegia Larang Perdagangan Barang dari Permukiman Israel di Wilayah Palestina

Hezbollah dan Israel Saling Tuding Langgar Kesepakatan

Militer Israel menyatakan serangan yang dilakukan merupakan respons terhadap pelanggaran gencatan senjata yang dituduhkan kepada Hezbollah.

Namun Hezbollah membantah tuduhan tersebut dan justru menuduh Israel berulang kali melanggar kesepakatan, termasuk menyerang warga sipil, menghancurkan infrastruktur, serta melanjutkan operasi darat di wilayah Lebanon selatan.

Pertempuran sengit dilaporkan terjadi di kawasan Bukit Ali al-Taher, wilayah strategis di utara Sungai Litani yang menjadi salah satu titik perebutan antara kedua pihak.

Hezbollah mengklaim berhasil menghancurkan tiga tank Merkava Israel menggunakan rudal berpemandu dan menyerang pasukan Israel dengan roket serta artileri.

Baca Juga: Iran Hapus Biaya Transit di Selat Hormuz Selama 60 Hari, Kapal Transit Wajib Izin

Konflik antara Israel dan Hezbollah kembali memanas sejak 2 Maret 2026 ketika Hezbollah melancarkan serangan ke wilayah Israel. Sejak saat itu, Israel meningkatkan operasi militernya dan melakukan invasi ke Lebanon selatan.

Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya 3.912 orang telah tewas akibat serangan Israel sejak awal konflik terbaru berlangsung, termasuk tenaga medis, perempuan, dan anak-anak.

Sementara itu, korban tewas di pihak Israel mencapai sedikitnya 32 tentara dan empat warga sipil.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×