Jacob Frey, walikota Minneapolis dicemooh warga karena tolak keinginan demonstran

Minggu, 07 Juni 2020 | 21:37 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
Jacob Frey, walikota Minneapolis dicemooh warga karena tolak keinginan demonstran

ILUSTRASI. A man yells in the face of a soldier at sunrise outside the White House to protest the death in Minneapolis police custody of George Floyd in Washington, U.S., June 4, 2020. REUTERS/Kevin Lamarque TPX IMAGES OF THE DAY


KONTAN.CO.ID - Jacob Frey Walikota Minneapolis mendapatkan cemoohan dari massa demonstran, saat dirinya tegas menolak permintaan para demonstran Sabtu (6/7).

Jacob Frey menyatakan tak bisa memenuhi permintaan para demonstran yang menuntut agar dirinya menghentikan pendanaan terhadap kepolisian.

Menurut laporan Voice of America (VOA), demonstran meminta Jacob Frey menghentikan pendanaan kepada kepolisian kota itu lantaran dianggap gagal menjaga keamanan warga, dengan terjadinya pembunuhan terhadap warga kulit hitam George Floyd oleh beberapa orang polisi. 

Jacob Frey, Walikota Minneapolis Negara Bagian Minnesota adalah seorang mantan pengacara hak-hak sipil.  Jacob Frey, baru menjabat sebagai walikota Minneapolis sejak dua tahun lalu.

Meskipun menolak keinginan demonstran untuk tidak mendanai kepolisian, Jacob Frey, bersumpah akan memperbaiki hubungan tegang antara Departemen Kepolisian dengan warga minoritas.

Buntut penolakan permintaan demonstran Jacob Frey, dihujani dengan teriakan marah dari para demonstran. "Pulanglah, Jacob pulanglah," dan "Malu, malu,". Jacob Frey, pun tampak tertunduk saat berjalan meninggalkan kerumunan massa demonstran.

Ceritanya Pada hari Sabtu, menurut sebuah akun mengutip siaran WCCO-TV yang berbasis di Minneapolis, sekelompok demonstran berbaris di sekitar rumah Jacob Frey dan meminta sang walikota untuk keluar untuk berbicara kepada para demonstran.

Namun saat sang walikota Jacob Frey terlihat di kerumunan, stasiun TV mengatakan, dia ditanya oleh salah satu pemimpin demonstran apakah dia akan berkomitmen untuk tidak mendanai kembali polisi? 

SELANJUTNYA>>>

Editor: Syamsul Azhar

Terbaru