kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.976   59,00   0,35%
  • IDX 9.112   36,74   0,40%
  • KOMPAS100 1.260   3,95   0,31%
  • LQ45 890   1,06   0,12%
  • ISSI 333   2,35   0,71%
  • IDX30 454   1,72   0,38%
  • IDXHIDIV20 537   3,30   0,62%
  • IDX80 140   0,38   0,27%
  • IDXV30 148   1,34   0,91%
  • IDXQ30 146   0,47   0,33%

Jeff Bezos kembali duduki puncak daftar terkaya Forbes, kekayaan Trump anjlok


Rabu, 09 September 2020 / 05:15 WIB
Jeff Bezos kembali duduki puncak daftar terkaya Forbes, kekayaan Trump anjlok


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. CEO Amazon Jeff Bezos kembali menduduki puncak daftar orang Amerika terkaya versi Forbes. Dengan demikian, Bezos sudah memegang peringkat tersebut selama tiga tahun berturut-turut. Sementara, melansir Forbes, peringkat Presiden AS Donald Trump semakin melorot seiring pandemi virus corona menghantam gedung perkantoran, hotel, dan resor miliknya.

Reuters memberitakan, kekayaan agregat dari daftar Forbes 400 naik ke level rekor senilai US$ 3,2 triliun. Penyebabnya, orang terkaya Amerika berhasil melakukan bisnisnya dengan baik meskipun pandemi telah menghancurkan ekonomi, di mana sekitar 11 juta lapangan kerja hilang dibandingkan bulan Februari.

Eric Yuan, kepala eksekutif Zoom Video Communications, adalah salah satu dari 18 pendatang baru dalam daftar Forbes dengan kekayaan bersih US$ 11 miliar.

Sementara, peringkat Trump turun ke posisi 352 dari 275 tahun lalu dan kekayaan bersihnya turun menjadi US$ 2,5 miliar dari sebelumnya US$ 3,1 miliar, karena gedung perkantoran, hotel dan resor, telah menderita selama pandemi. Bisnis Organisasi Trump, memiliki properti di ketiga kategori tersebut.

Baca Juga: Jadi orang terkaya ketiga di dunia, Elon Musk kini lebih tajir dari Mark Zuckerberg

Trump telah lama menolak untuk merilis catatan pajaknya, dan telah terlibat dalam pertempuran dengan Jaksa Wilayah Manhattan Cyrus Vance, yang memanggil Trump selama delapan tahun untuk pengembalian pajak pribadi dan perusahaan.

Menurut Kerry Dolan, asisten editor pengelola kekayaan Forbes dalam sebuah wawancara dengan Reuters TV, daftar kekayaan tahunan dapat berfungsi sebagai cara untuk melacak orang-orang terkaya di negara yang memegang kekuasaan paling besar.

Baca Juga: Wow, kekayaan pemilik Zoom bertambah Rp 61,2 triliun cuma dalam beberapa jam

"Sebagai masyarakat, kita semua harus tahu siapa di belakang perusahaan terbesar dan apa yang mereka lakukan dengan uang mereka," katanya.

Selanjutnya: Bos Tesla, Elon Musk semakin tajir melintir, ini harta kekayaannya pasca stock split




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×