kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Jelang pemilu Israel, Netanyahu berjanji akan mencaplok Tepi Barat jika terpilih lagi


Senin, 08 April 2019 / 00:06 WIB

Jelang pemilu Israel, Netanyahu berjanji akan mencaplok Tepi Barat jika terpilih lagi

KONTAN.CO.ID - TEL AVIV. Perdana Menteri Israel Benjamin Nentanyahu berjanji akan memperluas wilayah jika kembali terpilih menjadi Perdana Menteri pada pemilu negara tersebut. Jika terpilih kembali, ia berjanji akan melakukan aneksasi pemukiman Yahudi di Tepi Barat, yang merupakan bagian dari wilayah Palestina di barat sungai Yordan.

Sebenarnya pemukiman tersebut dianggap ilegal oleh komunitas internasional, namun Israel terus membantah klaim tersebut.


Dilansir dari AFP, dalam sebuah wawancara dengan stasiun tv Israel, Netanyahu ditanya mengenai rencana perluasan kedaulatan Israel di Tepi Barat, dia menjawab dengan tegas bahwa rencana tersebut pasti akan dia laksanakan.

"Anda bertanya apakah kami pindah ke tahap berikutnya? Jawabannya adalah ya," kata dia.

"Saya akan memperluas kedaulatan Israel dan saya tidak akan membedakan antara blok pemukiman dan pemukiman terisolasi," kata Netanyahu.

Pemukiman di Tepi Barat memang menjadi salah satu persoalan yang paling diperdebatkan dalam perselisihan antara Israel dan Palestina. Palestina beranggapan kehadiran pemukiman tersebut membuat impian Palestina untuk merdeka makin sulit untuk terwujud.

Sedangkan Israel mengatakan alasan yang digunakan Palestina hanya alibi untuk menghindari negosiasi perdamaian. Israel juga beranggapan, pemukiman bukanlah hambatan yang sebenarnya terjadi.

Sementara itu, juru bicara Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa segala upaya Israel untuk memperluas wilayah, tidak akan mengubah fakta bahwa pemukiman Yahudi itu adalah ilegal.

"Segala tindakan dan pengumuman tidak akan mengubah fakta. Pemukiman tersebut ilegal akan dihapus," kata dia.

Warga Israel sendiri akan menghadapi pemilu pada Selasa (9/4). Di mana Netanyahu bersaing ketat dengan kandidat-kandidat dari partai lain. 


Sumber : AFP
Editor: Tendi

Video Pilihan


Close [X]
×