Sumber: The Motley Fool | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Selama puluhan tahun, Warren Buffett menjadi salah satu investor paling berpengaruh di dunia. Di bawah kepemimpinannya selama hampir enam dekade, saham Class A Berkshire Hathaway mencatatkan imbal hasil kumulatif sekitar 6,1 juta persen, jauh mengungguli indeks S&P 500.
Meski masih menjabat sebagai Chairman, Buffett resmi mundur dari posisi CEO Berkshire Hathaway pada akhir 2025 dan menyerahkan tongkat estafet kepada Greg Abel.
Namun, sebelum pensiun, Buffett masih sempat melakukan sejumlah langkah investasi penting yang kini terungkap melalui laporan Form 13F ke otoritas pasar modal AS.
Buffett Pangkas Besar Saham Bank of America
Mengutip The Motley Fool, salah satu langkah paling mencolok adalah penjualan besar-besaran saham Bank of America (BofA), yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu kepemilikan utama Berkshire Hathaway.
Dalam periode 17 Juli 2024 hingga 30 September 2025, Buffett menjual sekitar 464,8 juta saham Bank of America, atau setara 45% dari total kepemilikannya.
Padahal, sektor keuangan dikenal sebagai salah satu sektor favorit Buffett. Bank seperti BofA diuntungkan oleh siklus ekonomi dan sensitivitas terhadap suku bunga. Saat The Fed menaikkan suku bunga agresif pada 2022–2023, pendapatan bunga bersih BofA ikut melonjak.
Baca Juga: Pendapatan Rusia dari Minyak dan Gas Anjlok 50% pada Januari 2026
Namun, ada beberapa alasan mengapa Buffett memilih mengurangi eksposur:
- Ambil untung (profit taking): Kenaikan harga saham membuat realisasi keuntungan menjadi menarik, apalagi dengan perubahan kebijakan pajak korporasi di AS.
- Valuasi makin mahal: Saat Buffett masuk pada 2011, saham BofA diperdagangkan dengan diskon besar terhadap nilai buku. Kini, sahamnya justru berada pada premi sekitar 35% terhadap nilai buku.
- Antisipasi penurunan suku bunga: Karena BofA sangat sensitif terhadap suku bunga, siklus penurunan suku bunga berpotensi menekan pendapatan bunga ke depan.
Buffett Justru Borong Domino’s Pizza
Di saat memangkas saham bank, Buffett justru membangun posisi besar di saham Domino’s Pizza selama lima kuartal berturut-turut hingga kuartal III 2025.
Total, Berkshire mengoleksi hampir 3 juta saham Domino’s, setara sekitar 8,8% dari saham beredar perusahaan.
Pembelian itu dilakukan secara bertahap:
- Q3 2024: 1,27 juta saham
- Q4 2024: 1,10 juta saham
- Q1 2025: 238 ribu saham
- Q2 2025: 13 ribu saham
- Q3 2025: 348 ribu saham
Baca Juga: Nestlé Tarik Batch Guigoz setelah Batas Toksin Cereulide Diperketat
Domino’s sendiri telah mencatatkan kenaikan harga saham hampir 6.700% sejak IPO pada 2004, termasuk dividen.













