kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Jepang-AS deal kesepakatan dagang, pajak mobil Jepang masih tanda tanya


Selasa, 19 November 2019 / 19:29 WIB
Jepang-AS deal kesepakatan dagang, pajak mobil Jepang masih tanda tanya
ILUSTRASI. Japan's Prime Minister Shinzo Abe is flanked by U.S. President Donald Trump and China's President Xi Jinping during a meeting at the G20 leaders summit in Osaka, Japan, June 28, 2019. REUTERS/Kevin Lamarque

Reporter: Maria Nugu | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Majelis Parlemen Jepang menyetujui kesepakatan perdagangan terbatas Perdana Menteri Shinzo Abe dengan Amerika Serikat. Persetujuan ini membuka jalan bagi pemotongan tarif untuk barang-barang di tahun depan, termasuk barang pertanian dari AS dan peralatan mesin buatan Jepang.

Namun belum ada kepastian mengenai seberapa banyak kemajuan yang dapat dibuat Jepang dalam menegosiasikan penghapusan tarif AS terhadap mobil dan suku cadang mereka. Hal ini memunculkan keraguan pada kesepakatan yang dilakukan Abe dengan Presiden AS Donald Trump adalah win-win.

Baca Juga: Japan's economy nearly stalls in Q3, growth at 1-year low as trade war bites

Jepang dan AS bulan lalu menandatangani perjanjian perdagangan eksklusif untuk memangkas pajak barang pertanian AS, mesin Jepang dan produk lainnya sambil mencegah ancaman pajak mobil AS semakin tinggi.

Jepang telah memperkirakan kesepakatan awal itu akan meningkatkan ekonomi negara kira-kira 0,8% selama 10-20 tahun. Jepang juga memperkirakan sebanyak 212,8 miliar yen dari keseluruhan pajak ekspor Jepang ke AS akan berkurang.

Tetapi angka-angka itu dengan asumsi jika AS menghapus pajak mobil dan suku cadang Jepang yang merupakan tujuan utama Jepang. Tanpa pemotongan pajak tersebut, pengurangan keseluruhan pajak AS untuk produk Jepang akan sedikit di atas 10% dari proyeksi pemerintah.

Baca Juga: Dewan BOJ berdebat soal peningkatan stimulus untuk mengejar target inflasi

Abe mengatakan ia memiliki jaminan dari Trump bahwa dia tidak akan menaikkan pajak mobil, meskipun para analis mengatakan presiden AS selalu dapat berubah pikiran, atau membuat Jepang menebak-nebak.




TERBARU

Close [X]
×