Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan, Korea Selatan tidak dapat menghentikan pasukan AS di Korea untuk mengerahkan kembali beberapa senjata, setelah laporan bahwa beberapa sistem pertahanan rudal Patriot AS dikirim ke konflik di Timur Tengah.
“Tampaknya ada kontroversi baru-baru ini mengenai pengiriman beberapa senjata oleh Pasukan AS di Korea, seperti baterai artileri dan senjata pertahanan udara, keluar dari negara itu,” kata Lee dalam rapat kabinet seperti dilansir Reuters, Selasa (10/3/2026).
Ia mencatat bahwa meskipun Seoul telah menyatakan penentangannya, mereka tidak dalam posisi untuk mengajukan tuntutan.
Baca Juga: Indeks Kospi Rebound: Melonjak 6,5% Usai Trump Isyaratkan Perang Iran Segera Berakhir
Lee juga mengatakan bahwa penarikan beberapa senjata AS dari negara itu tidak menghambat strategi pencegahan terhadap Korea Utara.
Menurutnya, belanja pertahanan dan kemampuan konvensional Korea Selatan jauh melebihi kemampuan Korea Utara.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun mengatakan pada hari Jumat bahwa militer AS dan Korea Selatan sedang membahas kemungkinan penempatan kembali beberapa sistem pertahanan rudal Patriot AS yang berbasis di Korea Selatan untuk digunakan dalam konflik di Timur Tengah.
Media lokal melaporkan bahwa baterai-baterai tersebut dikirim dari Pangkalan Udara Osan dan kemungkinan akan dikerahkan kembali ke pangkalan militer AS di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, meskipun otoritas Korea Selatan belum mengkonfirmasi laporan ini.
Baca Juga: Bursa Korsel Rebound 6,5% Selasa (10/3), Trump Sebut Perang Iran Bisa Segera Berakhir
Pasukan AS dan Israel telah menyerang target-target strategis di dalam Iran selama lebih dari seminggu dalam kampanye yang menurut Trump bertujuan untuk melumpuhkan senjata nuklir dan kemampuan rudal balistik Iran.
Korea Selatan menjadi tuan rumah kehadiran militer AS yang besar dalam pertahanan gabungan melawan Korea Utara yang bersenjata nuklir, dengan sekitar 28.500 tentara dan sistem pertahanan udara-ke-permukaan, termasuk pencegat rudal Patriot.













