kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.062   62,00   0,34%
  • IDX 5.831   -109,85   -1,85%
  • KOMPAS100 773   -12,85   -1,64%
  • LQ45 583   -6,25   -1,06%
  • ISSI 203   -3,48   -1,69%
  • IDX30 330   -3,96   -1,19%
  • IDXHIDIV20 409   -3,48   -0,84%
  • IDX80 88   -1,29   -1,45%
  • IDXV30 112   -1,92   -1,69%
  • IDXQ30 107   -1,11   -1,03%

Jepang cabut keadaan darurat corona, kecuali di Tokyo dan Osaka


Kamis, 14 Mei 2020 / 20:22 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang yang memakai masker berjalan di pasar lokal di tengah wabah penyakit virus corona baru (COVID-19) di Tokyo, Jepang, 13 Mei 2020.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Keadaan darurat memberikan gubernur lebih banyak wewenang untuk memberi tahu penduduk agar tinggal di rumah serta menutup sekolah dan bisnis, tetapi tak ada hukuman bagi yang tidak patuh.

Beberapa bisnis yang tidak penting, bahkan di daerah-daerah yang sangat terpukul wabah virus corona, mulai buka kembali, bahkan sebelum pengumuman pencabutan keadaan darurat.

Gubernur Osaka telah mengumumkan kriteria untuk secara bertahap mencabut beberapa pembatasan pada bisnis, termasuk restoran dan bar.

Baca Juga: Prancis meradang, Sanofi prioritaskan vaksin corona untuk AS

Sebanyak 39 prefektur yang keadaan daruratnya telah dicabut menyumbang 54% dari populasi Jepang. Tapi, Tokyo dengan wilayah yang lebih besar menyumbang sepertiga dari ekonomi negeri matahari terbit.

"Tokyo adalah jantung ekonomi Jepang. Ini seperti mengendarai mobil dengan tiga roda," kata Jesper Koll, Chief Executive of Asset Manager WisdomTree Japan kepada Reuters.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×