kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Jepang cabut keadaan darurat corona, kecuali di Tokyo dan Osaka


Kamis, 14 Mei 2020 / 20:22 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang yang memakai masker berjalan di pasar lokal di tengah wabah penyakit virus corona baru (COVID-19) di Tokyo, Jepang, 13 Mei 2020.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Keadaan darurat memberikan gubernur lebih banyak wewenang untuk memberi tahu penduduk agar tinggal di rumah serta menutup sekolah dan bisnis, tetapi tak ada hukuman bagi yang tidak patuh.

Beberapa bisnis yang tidak penting, bahkan di daerah-daerah yang sangat terpukul wabah virus corona, mulai buka kembali, bahkan sebelum pengumuman pencabutan keadaan darurat.

Gubernur Osaka telah mengumumkan kriteria untuk secara bertahap mencabut beberapa pembatasan pada bisnis, termasuk restoran dan bar.

Baca Juga: Prancis meradang, Sanofi prioritaskan vaksin corona untuk AS

Sebanyak 39 prefektur yang keadaan daruratnya telah dicabut menyumbang 54% dari populasi Jepang. Tapi, Tokyo dengan wilayah yang lebih besar menyumbang sepertiga dari ekonomi negeri matahari terbit.

"Tokyo adalah jantung ekonomi Jepang. Ini seperti mengendarai mobil dengan tiga roda," kata Jesper Koll, Chief Executive of Asset Manager WisdomTree Japan kepada Reuters.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×