Jepang menolak tunduk pada keinginan AS yang memaksakan perdagangan bilateral

Sabtu, 31 Maret 2018 | 08:42 WIB   Reporter: Agung Jatmiko
Jepang menolak tunduk pada keinginan AS yang memaksakan perdagangan bilateral

ILUSTRASI. Kurs uang yen jepang - dollar as


KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang menyatakan tidak ingin terbawa arus kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) yang saat ini cenderung menuju ke arah perdagangan bebas bilateral.

Mengutip Bloomberg, Sabtu (30/3), Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso mengungkapkan, kebijakan AS saat ini justru berlawanan dengan kebijakan yang dibangun AS sendiri setelah perang dunia II. Aso mengungkapkan, setelah perang, AS membentuk sistem perdagangan multilateral, bukan bilateral dan seluruh dunia bergerak ke arah perdagangan multilateral.

"Tetapi baru-baru ini, dan terutama karena defisit perdagangan AS, mereka ingin melakukan hal-hal secara bilateral. Kami tidak ingin pembicaraan seperti itu," ujar Aso, dilansir dari Bloomberg.

Surplus perdagangan Jepang dengan AS telah menjadi sumber perselisihan antara dua negara. Presiden AS, Donald Trump kerap mengkritik kebijakan perdagangan dan mata uang Jepang sejak dirinya masih berkampanye sebagai calon presiden. Baru-baru ini Trump menolak untuk membebaskan Jepang dari tarif baru impor logam, bahkan ketika sekutu lain mendapat izin.

"Kami ingin menghindari pembicaraan saat ini tentang aluminium dan baja menjadi diskusi perdagangan bilateral," kata Aso. Dia menambahkan pada pernyataan Kamis bahwa Jepang akan terus menolak pembicaraan perdagangan bebas bilateral dengan AS.

Sementara Trump telah mencatatkan beberapa keberhasilan dalam membuat negara lain membungkuk ke kehendaknya dengan pembicaraan perdagangan bilateral, Jepang telah menjadi advokat yang sukses menjaga kesepakatan multilateral tetap hidup.

Awal bulan Maret 2018, Jepang dan 10 negara lainnya menandatangani kesepakatan perdagangan Asia-Pasifik atau Trans Pacific Partnership (TPP). Perjanjian ini ditandatangani tanpa AS, yang menarik diri dari keanggotaan TPP.

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru