kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.057   49,00   0,27%
  • IDX 6.270   35,78   0,57%
  • KOMPAS100 823   4,74   0,58%
  • LQ45 627   3,52   0,56%
  • ISSI 217   0,91   0,42%
  • IDX30 352   2,48   0,71%
  • IDXHIDIV20 432   2,07   0,48%
  • IDX80 94   0,46   0,49%
  • IDXV30 119   0,24   0,20%
  • IDXQ30 112   0,50   0,45%

Jepang setujui Avigan untuk pengobatan Covid-19, manjur dan aman?


Selasa, 26 Mei 2020 / 10:38 WIB
ILUSTRASI. Obat flu favipiravir dengan nama dagang Avigan buatan Fujifilm kini masuk tahap ujicoba klinis pada pasien Covid-19.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Ketertarikan pada Avigan, yang secara umum dikenal sebagai favipiravir, melonjak pada Maret lalu, setelah seorang pejabat China mengatakan, obat itu untuk membantu pasien pulih dari Covid-19. 

Obat ini sekarang menjadi subjek dari setidaknya 16 uji klinis di seluruh dunia. Kekhawatiran terhadap Avigan muncul karena terbukti menyebabkan cacat lahir pada penelitian atas hewan.

Pemerintah Jepang telah meminta Fujifilm untuk melipatgandakan stok obat nasional, mendapat persetujuan pada 2014 sebagai pengobatan flu darurat, dan berjanji untuk menyumbangkannya ke negara lain atas permintaan.

Baca Juga: Bursa Asia Pasifik melaju di zona hijau terangkat akan harapan vaksin virus corona

Lusinan uji klinis untuk perawatan Covid-19 dan vaksin potensial sedang berlangsung di seluruh dunia. Salah satu kandidat adalah vaksin DNA yang perusahaan biofarmasi AnGes dan Universitas Osaka kembangkan.

Surat kabar Nikkei pada Senin (25/5) menyebutkan, AnGes akan memulai uji klinis vaksinnya terhadap manusia pada Juli nanti, lebih cepat dari rencana awal di September.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×