kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.820   -8,00   -0,05%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Jerman Termasuk Negara Terkaya Dunia, Ini Indikator Warga Miskin di Sana


Senin, 17 Oktober 2022 / 09:32 WIB
Jerman Termasuk Negara Terkaya Dunia, Ini Indikator Warga Miskin di Sana
ILUSTRASI. Jerman termasuk ke dalam salah satu negara terkaya dunia. Akan tetapi, muncul sejumlah tanda meningkatnya kemiskinan di Jerman. REUTERS/Fabian Bimmer


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Jerman termasuk ke dalam salah satu negara terkaya dunia. Akan tetapi, muncul sejumlah tanda meningkatnya kemiskinan di Jerman. 

Salah satunya adalah jumlah tunawisma meningkat. Selain itu, para ibu terpaksa tidak makan agar perut anak-anak mereka bisa terisi. Tak hanya itu, para pensiunan terpaksa berkeliling mencari botol bekas untuk dijual guna menutupi kekurangan kebutuhan hidup mereka. 

Pada tahun 2021, Jerman menduduki peringkat 20 negara terkaya di dunia, diukur dari Pendapatan Domestik Bruto per kapita. Namun sekitar 13,8 juta orang Jerman hidup dalam kemiskinan atau berisiko miskin, demikian laporan Paritatische Wohlfahrtsverband, organisasi payung di Jerman yang membawahi sejumlah lembaga kesejahteraan. 

Pemerintah Jerman juga prihatin dengan kian lebarnya kesenjangan antara kaya dan miskin. 

Dalam konteks ini, miskin bukan berarti bahwa jutaan orang di Jerman berisiko mati kelaparan atau tewas kedinginan. Kemiskinan di sini mengacu pada kemiskinan relatif, yang diukur dengan kondisi kehidupan rata-rata masyarakat di negara yang bersangkutan.

Baca Juga: Alarm Waspada Badai Ekonomi Dunia  

Berapa penghasilan pas-pasan di Jerman? 

Di Eropa, meskipun orang yang hidup dalam kemiskinan absolut jumlahnya relatif sedikit, jutaan orang tetap terpengaruh oleh apa yang disebut kemiskinan relatif dibanding rata-rata kesejahteraan nasional. 

Ini berarti mereka hidup sangat pas-pasan, dan hanya bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan membatasi gaya hidup ke hal-hal yang sangat mendasar. 

Di Uni Eropa, seseorang dianggap miskin atau berisiko miskin jika pendapatannya kurang dari 60 persen dari median pendapatan di negaranya masing-masing. 

Untuk Jerman, ini berarti bahwa seorang lajang yang berpenghasilan kurang dari 1.148 euro (Rp 16,7 juta) per bulan dianggap berada di bawah garis kemiskinan. 

Untuk orangtua tunggal dengan satu anak, angka batasnya adalah 1.492 euro (Rp 21,7 juta), dan untuk rumah tangga dengan dua orangtua dan dua anak, batas miskin adalah pendapatan sebesar 2.410 euro atau sekitar Rp 35,15 juta per bulan. 

Baca Juga: Risiko Krisis Sektor Properti China




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×