kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Jet China hilir mudik, Taiwan: Latihan militer China adalah ancaman bagi kawasan


Minggu, 20 September 2020 / 13:58 WIB
ILUSTRASI. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, menerima model pesawat AIDC T-5 Brave Eagle, jet latihan tingkat lanjut pertama yang diproduksi secara lokal di Taiwan, oleh para pilot di Taichung, Taiwan, Senin (22/6/2020). REUTERS/Ann Wang


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyebut pesawat China yang mendekati Taiwan dalam dua hari terakhir menunjukkan bahwa Beijing adalah ancaman bagi seluruh kawasan.

Sebelumnya beberapa pesawat China terbang melintasi garis tengah Selat Taiwan dan masuk ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan pada hari Jumat dan Sabtu.

Hal ini direspons Taiwan dengan menerbangkan sejumlah jet tempur untuk mencegat pesawat-pesawat tersebut.

Baca Juga: Ada skandal keuangan kerajaan, pejabat Spanyol: Ini saatnya Spanyol menjadi republik

Pada konferensi pers di Beijing pada hari Jumat, China mengumumkan latihan tempur di dekat Selat Taiwan dan mengecam apa yang disebutnya kolusi antara pulau tersebut dan Amerika Serikat.

Latihan tersebut berlangsung ketika Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Ekonomi Keith Krach berada di Taipei.

"Saya percaya kegiatan ini tidak membantu citra internasional China, dan terlebih lagi membuat orang-orang Taiwan semakin waspada, semakin memahami sifat sebenarnya dari rezim Komunis China," katanya.

“Selain itu, negara-negara lain di kawasan juga memiliki pemahaman yang lebih baik tentang ancaman yang ditimbulkan oleh China,” tambah Tsai. 

Baca Juga: Iran: Dunia harus melawan sanksi AS, atau akan mengalami sanksi serupa di masa depan

"Komunis China harus menahan diri dan tidak memprovokasi," lanjut dia.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×