kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Jet Siluman J-35 China Siap Produksi Massal, Apa Dampaknya ke Taiwan?


Senin, 12 Januari 2026 / 05:28 WIB
Jet Siluman J-35 China Siap Produksi Massal, Apa Dampaknya ke Taiwan?
ILUSTRASI. Jet tempur J-35 China kini dilapisi cat hijau, sinyal kuat produksi serial dimulai. Ini mengirim pesan serius kepada Taiwan dan Barat. (Dado Ruvic/Illustration/REUTERS)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Rekaman terbaru menunjukkan China kemungkinan sudah sangat dekat untuk memproduksi jet tempur siluman canggih secara massal, bukan lagi sekadar membuat purwarupa seperti yang selama ini diperkirakan.

Menariknya, pesawat yang dimaksud tampaknya adalah jet siluman generasi kelima terbaru China, J-35, bukan J-20 yang lebih dulu dikenal luas.

Indikasi ini muncul setelah beredarnya foto dan video J-35 yang tampak dilapisi cat berwarna hijau. Menurut para analis, warna tersebut menandakan pesawat baru selesai dibuat dan masih berada dalam tahap pengujian.

Mengutip Interesting Engineering, pesawat-pesawat ini belum dicat dengan warna akhir karena desainnya masih berpotensi mengalami perubahan. Selain itu, penggunaan cat dasar (primer) jauh lebih murah dan memudahkan proses inspeksi. Karena itu, kemunculan beberapa unit pesawat berwarna hijau dalam satu lokasi kuat mengindikasikan bahwa produksi dilakukan secara serial, bukan sekadar satu atau dua prototipe.

Dengan demikian, J-35 tampaknya sudah siap memasuki tahap produksi massal dan tidak lagi bisa dianggap sebagai proyek eksperimental.

Baca Juga: Krisis Venezuela Guncang Asia: Mengapa China dan RI Serentak Kecam AS?

Menuju produksi massal jet siluman

J-35 dikembangkan oleh Shenyang Aircraft Corporation (SAC), anak usaha Aviation Industry Corporation of China (AVIC). Perusahaan ini juga berkomitmen untuk menggandakan total produksi pesawat tempurnya dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Pemerintah China telah menggelontorkan dana lebih dari 8,6 miliar yuan (sekitar 1,2 miliar dollar AS) untuk SAC. Pabriknya sendiri disebut memiliki luas sekitar 4,2 kilometer persegi. Bahkan, SAC dilaporkan akan menjadi bagian dari proyek raksasa bertajuk “Shenyang Aerospace City” dengan luas sekitar 79 kilometer persegi—kurang lebih sebanding dengan Pulau Hong Kong.

Ambisi China untuk meningkatkan kapasitas produksi secara cepat ini dinilai mencerminkan langkah Amerika Serikat dalam memproduksi jet tempur F-35 dalam jumlah besar.

Bukan sekadar jet angkatan udara

Hal menarik lainnya, J-35 bukan hanya dirancang untuk angkatan udara. Pesawat ini juga memiliki varian angkatan laut yang diperuntukkan bagi kapal induk. Artinya, J-35 sangat mungkin akan dioperasikan dari kapal induk tercanggih China, Fujian.

Fujian merupakan kapal induk pertama China yang sepenuhnya diproduksi di dalam negeri dan diklaim telah dilengkapi sistem peluncur elektromagnetik (electromagnetic catapult), serupa dengan yang digunakan kapal induk super milik AS. Menariknya, prototipe J-35 disebut sudah berhasil melakukan lepas landas dengan katapel serta pendaratan dengan sistem penahan di kapal induk tersebut.

Baca Juga: China, Rusia, dan Iran Gelar Latihan Angkatan Laut Gabungan di Afrika Selatan

Hal ini menunjukkan bahwa J-35 bukan sekadar konsep di atas kertas, melainkan sudah layak secara operasional. Dengan begitu, China berpotensi memiliki sayap udara kapal induk berbasis jet siluman—kemampuan yang sejauh ini hanya dimiliki Angkatan Laut AS dalam skala besar.

Sinyal peringatan bagi Barat

Perlu dicatat, China biasanya sangat tertutup soal produksi alutsista canggih. Karena itu, menampilkan jet-jet tempur di landasan pacu, apalagi dalam jumlah banyak di satu lokasi, dipandang sebagai pesan yang disengaja dari Beijing.

Dalam gambaran yang lebih besar, China tampaknya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka kini, setidaknya menurut klaimnya, mampu menyamai Amerika Serikat dalam pengembangan dan produksi pesawat tempur.

Pesan yang ingin disampaikan bukan hanya soal siapa yang memiliki teknologi terbaik, tetapi juga siapa yang mampu memproduksi, menyerap kerugian, dan mengganti aset militer dengan paling cepat dalam sebuah konflik.

Bagi Taiwan, perkembangan ini juga berpotensi menjadi kabar buruk. J-35 dirancang untuk proyeksi kekuatan regional. Jet siluman berbasis kapal induk seperti J-35 dapat menyulitkan perencanaan pertahanan udara Taiwan.

Tonton: Korea Utara Tembak Jatuh Drone Korea Selatan, Ketegangan Semenanjung Korea Memanas Lagi

Hal ini sejalan dengan meningkatnya latihan militer dan operasi tekanan yang dilakukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Singkatnya, China kini bukan hanya membangun jet tempur siluman. Negara itu sedang menunjukkan bahwa mereka mampu memproduksi massal pesawat tempur generasi kelima dan menopang perang udara modern, terutama di kawasan maritim.

Selanjutnya: Pemerintah Topang Promosi Investasi Danantara




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×