Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Perlu dicatat, China biasanya sangat tertutup soal produksi alutsista canggih. Karena itu, menampilkan jet-jet tempur di landasan pacu, apalagi dalam jumlah banyak di satu lokasi, dipandang sebagai pesan yang disengaja dari Beijing.
Dalam gambaran yang lebih besar, China tampaknya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka kini, setidaknya menurut klaimnya, mampu menyamai Amerika Serikat dalam pengembangan dan produksi pesawat tempur.
Pesan yang ingin disampaikan bukan hanya soal siapa yang memiliki teknologi terbaik, tetapi juga siapa yang mampu memproduksi, menyerap kerugian, dan mengganti aset militer dengan paling cepat dalam sebuah konflik.
Bagi Taiwan, perkembangan ini juga berpotensi menjadi kabar buruk. J-35 dirancang untuk proyeksi kekuatan regional. Jet siluman berbasis kapal induk seperti J-35 dapat menyulitkan perencanaan pertahanan udara Taiwan.
Tonton: Korea Utara Tembak Jatuh Drone Korea Selatan, Ketegangan Semenanjung Korea Memanas Lagi
Hal ini sejalan dengan meningkatnya latihan militer dan operasi tekanan yang dilakukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Singkatnya, China kini bukan hanya membangun jet tempur siluman. Negara itu sedang menunjukkan bahwa mereka mampu memproduksi massal pesawat tempur generasi kelima dan menopang perang udara modern, terutama di kawasan maritim.













